Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Produk
AMD A10-6800K, Performa Tokcer untuk Tantang Gamer
Review Produk

AMD A10-6800K, Performa Tokcer untuk Tantang Gamer


Yudhianto - detikInet

AMD A10-6800K (yud/detikINET)
Jakarta -

AMD yang bisa disebut sebagai pembesut SoC APU terbaik saat ini kembali menelurkan produknya. Sejatinya APU terbaru AMD yang hadir dalam tiga platform yakni Temash, Kabini, dan Richland.

Temash dan Kabini diketahui disiapkan AMD untuk mengisi segmen mid-end dan entry-level lewat perangkat tablet maupun notebook.

Yang menarik adalah Richland, APU yang satu ini disiapkan AMD untuk mengisi kelas performance yang hadir dalam varian Elite series.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain telah mengadopsi teknologi prosesor anyar, AMD Richland juga dibekali pengolah grafis seri terbaru Radeon yang diklaim mampu menawarkan kualitas grafis ciamik, bahkan saat digunakan untuk memainkan game berat sekalipun.

Nah, untuk membuktikan seperti apa kinerjanya, detikINET coba melakukan pengujian pada salah satu varian tertinggi AMD Richland yakni A10-6800K.

Lewat kecepatan clock tinggi yang diusungnya dan pengolah grafis seri anyar yang dimilikinya, prosesor yang dibanderol sekitar Rp.1,5 jutaan ini diklaim bakal mampu menghadirkan kinerja yang terbilang mumpuni.

Seperti apa kinerja yang sanggup ditawarkan AMD 'Richland' A10-6800K? Simak ulasannya berikut.

1. Spesifikasi Menjanjikan

AMD A10-6800K (yud/detikINET)
Sebelum pengujian dilakukan, tentunya ada baiknya bila sebelumnya mengetahui spesifikasi AMD A10 6800K. Kinerja mumpuni yang diklaim mampu ditawarkan A10-6800K dipastikan tak akan lepas dari kecepatan clock dan pengolah grafis yang dimilikinya.

A10 6800K hadir dengan kecepatan clock yang terbilang cukup tinggi yakni sebesar 4,1 GHz. Kecepatan tersebut masih akan meningkat hingga 4,4 GHz saat A10 6800K memasuki mode turbo.

Namun tidak hanya itu, biang keladi tingginya kinerja A10-6800K juga ditunjang oleh pengolah grafis anyar yang tersemat di dalamnya. A10 6800K telah dibekali Radeon HD 8670. Adapun kecepatan clock yang dimilikinya adalah sebesar 844 Mhz dan memiliki 384 Radeon Core.

Selain itu, demi memberikan kinerja yang lebih tinggi lagi, A10-6800K juga telah mendukung penggunaan memori DDR3-2133 yang diklaim mampu mendongkrak kinerja hingga 13% lebih cepat dibanding mengandalkan DDR3-1833.

2. Pengujian Sintetis: CineBench, PCMark 7 & PCMark 8

PCMark 8 (futuremark)
Seperti biasa, aplikasi benchmark sintetis yang akan digunakan detikINET adalah yang umum digunakan yakni CineBench, 3DMark Vantage, 3DMark 11, PCMark 7, dan SiSoft Sandra.

Keempat aplikasi ini kerap digunakan banyak penggila hardware untuk mengetahui setinggi apa kinerja yang mampu disodorkan hardware miliknya.

CineBench

Pada pengujian mengandalkan CineBench, A10-6800K mencatatkan skor yang terbilang lumayan yakni sebesar 3,5 poin.

Berdasarkan ranking CineBench yang dibeberkan cbscores, raihan yang ditorehkan oleh A10 6800K yang mengandalkan HD 8670 tersebut melampaui Core 2 Quad Q9550 yang dibakali kartu grafis GeForce GTX 260.

Cinebench 11.5 A10-6800K (yud/detikINET)


(cbscores)

PCMark 7

Beralih menuju pengujian menggunakan PCMark 7, prosesor APU terbaik AMD tersebut menorehkan skor sebesar 3777 poin. Raihan tersebut menempel ketat Core i7-750 yang berdasarkan ranking PCMark 7 yang dirilis Tom’s Hardware, meraih skor sebesar 3788 poin.

PCMark A10-6800K (yud/detikINET)

PCmark 7 (tomshardware)

PCMark 8

Sayangnya detikINET belum berkesempatan menguji kinerja A10-6800K menggunakan PCMark 8, namun bila berdasarkan skor yang dirilis Xbit Labs yang diterima, pada pengujian PC Mark 8 Home, A10-6800K sukses meraih skor sebesar 3674 poin.

Angka tersebut berselisih cukup jauh dengan Core i5-3330 yang menorehkan skor sebesar 3688 poin.

Β 

PCMark 8 (xbitlabs)

Β 

Sementara dalam pengujian PC Mark 8 Work, A10-6800K menorehkan skor sebesar 4389 poin. Sedangkan Core i5-3330 kali ini raihan skornya sukses melampaui A10-6800K dengan raihan skor mencapai 4579 poin.

Β 

PCMark 8 (xbitlabs)

3. Pengujian Sintetis: 3DMark vantage & 3DMark 11

3DMark 11 (futuremark)
Kali ini pengujian dilakukan menggunakan aplikasi benchmark paling popular, 3DMark. Adapun yang diikutkan adalah 3DMark Vantage dan 3Dmark 11.

Selain fokus pada kinerja grafis, seperti banyak diketahui, 3DMark juga mengorek kemampuan prosesor lewat sejumlah pengujian yang fokus pada kinerja CPU.

3DMark Vantage

Aplikasi benchmark besutan Futuremark ini masih menjalankan pengujian dengan berbasis directx 10, namun hingga saat ini masih banyak yang mengandalkannya guna mengetahui kinerja hardware miliknya.

A10 6800K dalam pengujian kali ini menorehkan skor sebesar P4584 poin. Raihan tersebut diperoleh dari kombinasi torehan skor CPU sebesar 10817 poin dan skor GPU sebesar 3846 poin.

Raihan tersebut bersaing cukup ketat dengan CoreΒ  i5-3570K yang diketahui memilki banderol lebih mahal sekitar Rp.1 juta dengan skor sebesar P4715 poin.

3DMark Vantage A10-6800K (yud/detikINET)

Sayangnya dari beberapa kali pengujian yang dilakukan detikINET pada A10 6800K, raihan skornya tidak jauh berubah, karena bila dibandingkan skor benchmark yang dirilis Hexus dan juga sumber lainnya, raihan skor tersebut berselisih lumayan.

Seperti terlihat, A10 6800K berdasarkan skor dari Hexus sukses menembus angka P6800 poin.

3DMark Vantage (Hexus)

3DMark 11

Dalam pengujian mengandalkan 3Dmark 11 yang berbasis Directx 11, A10-6800K menorehkan skor sebesar P1251 poin. Angka tersebut menempel ketat prosesor terbaik pesaingnya, Core i7-4770K yang menorehkan skor sebesar P1494 poin.

3Dmark 11 A10-6800K (yud/detikINET)

Namun kembali A10-6800K yang diujikan detikINET menorehkan skor yang berselisih lebih rendah dibanding skor yang dirilis Hexus dan sumber lainnya. Terlihat raihan A10-6800K berdasarkan yang dirilis Hexus menembus angka P1710 poin.

3DMark 11 (Hexus)

4. Pengujian Sintetis: SiSoft Sandra Dhrystone & Whetstone

SiSoft Sandra (ist)
Menuju ke SiSoft Sandra, pada pengujian kali ini detikINET hanya melakukan pengujian aritmetika CPU yang termasuk di dalamnya adalah Dhrystone dan Whetstone.

Dhrystone

Dalam pengujian ini A10-6800K mencetak skor sebesar 57,21 GIPS untuk Dhrystone. Raihan tersebut, yang bila didasarkan dengan skor yang dirilis Guru3D, masih berselisih lumayan jauh dengan pesaingnya yang diwakili Core i5-2500K dengan torehan sebesar 83 GIPS.

Β 

Sandra A10-6800K (yud/detikINET)

Β 

Sandra (guru3D)

Β 

Meski begitu banderol harga kedua prosesor yang berselisih sekitar Rp 500 ribu, tentunya punya pertimbangan sendiri bagi pengguna untuk akhirnya memilih salah satu di antara keduanya sesuai kebutuhan.

Whetstone

Pada pengujian whetstone, A10-6800K menorehkan skor sebesar 36,59 GFLOPS. Angka tersebut pun masih berada dibawah raihan pesaingnya yang kembali diwakili oleh Core i5-2500K yang meraih skor sebesar 48 poin.

Β 

Sandra Whetstone A10-6800K (yud/detikINET)

Β 

Sandra whetstone (guru3D)

Β 

Namun kembali, perbedaan harga mencapai Rp 500 ribu di antara keduanya pastinya bakal menjadi pertimbangan tersendiri.

5. Pengujian Game

Tomb Raider (ist)
Pada sesi pengujian menggunakan game, detikINET hanya mengikutsertakan 2 game yakni Tomb Raider dan Grid 2. Selain memiliki grafis menarik, engine game anyar yang dimiliki kedua game tersebut dipastikan bakal mampu menggeber sejauh apa kinerja grafis yang dimiliki A10-6800K.

Tomb Raider

Diuji mengandalkan fitur benchmark yang dimiliki game dengan karakter utama wanita bernama Lara Croft ini, A10-6800K memperoleh raihan frame per second (fps) tertinggi sebesar 30,2 fps. Sementara rata-rata fps yang diraihnya adalah sebesar 26,6 fps.

Tomb Raider benchmark (yud/detikINET)

Dengan raihan tersebut dapat dipastikan gamer masih akan terasa nyaman memainkan Tomb Raider meski hanya mengandalkan HD 8670 yang terbenam dalam A10-6800k.

Adapun seting grafis yang digunakan detikINET adalah normal dengan resolusi 1280x720 pixel dan mematikan fitur V-Sync.

Grid 2

Pada pengujian game adu balap Grid 2, raihan fps yang ditorehkan A10-6800K terbilang lumayan karena rata-rata berada pada kisaran 33,50 fps. Dengan raihan tersebut dapat dipastikan gamer akan nyaman menunjukan aksi balapnya.

Grid 2 benchmark (yud/detikINET)

Adapun raihan fps tertingginya adalah sebesar 40,70 fps. Angka tersebut dapat diraih dengan menggunakan seting grafis high dengan resolusi 1280x720 pixel dan juga mematikan fitur V-Sync.

6. Hardware yang Digunakan

Dapur pengujian detikINET (yud/detikINET)
Demi menghadirkan hasil kinerja yang seoptimal mungkin, detikINET mengandalkan sejumlah perangkat hardware yang hadir dari berbagai produsen dalam sesi pengujian yang dilakukan. Berikut adalah spesifikasi hardware yang digunakan oleh detikINET.

-Β Β Β  AMD A10-6800K
-Β Β Β  Asus F2 A85-M Pro
-Β Β Β  DDR3 2133 4GBx4
-Β Β Β  SSD 128 GB SATA III
-Β Β Β  HSF PH-TC14PE
-Β Β Β  PSU 1200W 80 Plus Gold
-Β Β Β  LG LED Cinema 3D TM-2792D-SN
-Β Β Β  Logitech Keyboard dan Mouse
-Β Β Β  Logitech Driving Force GT

(yud/ash)






Hide Ads