Adanya gangguan layanan Blackberry pada Rabu (3/10/2012) kemarin disoroti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kejadian ini bahkan kembali menguatkan desakan agar Research In Motion (RIM) segera membangun server di Indonesia.
Meski sudah didesak berulang kali, namun tampaknya produsen BlackBerry itu belum memberi sinyal yang diinginkan dalam waktu dekat. Sebab menurut mereka, lokasi server yang lebih dekat tidak lantas menjamin bakal tidak adanya gangguan sama sekali.
Hal itu diungkapkan Vice President & Managing Director South Asia RIM, Hastings Singh, saat ditemui usai meresmikan Blackberry Innovation Center di Aula Barat ITB, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih menjawab soal rencana pembangunan server di Tanah Air, Hastings lebih menjelaskan bahwa RIM akan fokus pada server yang saat ini sudah ada.
"Saat ini kami fokus untuk mengelola server agar bisa diandalkan," tuturnya.
Sementara saat disinggung apakah RIM dapat memberikan garansi bahwa gangguan serupa tak akan terjadi lagi di masa yang akan datang, Hastings hanya menjawab "Dalam bisnis, kami berusaha berkomitmen memberikan yang terbaik. Kami berusaha. Ini bukanlah sesuatu yang kami harapkan," jelasya.
Hastings sendiri menyebut bahwa saat ini pengguna Blackberry sudah menembus angka 80 juta secara global, dan Indonesia merupakan salah satu basis pengguna BlackBerry terbesar.
(/)