Teknologi pengenalan wajah seperti dalam cerita di film atau novel fiksi ilmiah akan menjadi sesuatu yang umum dan banyak digunakan banyak orang dalam beberapa tahun ke depan.
Prediksi ini tidak berlebihan, mengingat teknologi pengenalan wajah mulai merambah berbagai perangkat, termasuk smartphone. Analis menyebutkan, hingga akhir 2012 saja, hampir 20 persen smartphone yang dikapalkan akan memiliki kemampuan pengenalan wajah.
Prediksi yang dilansir TG Daily dan dikutip detikINET, Kamis (9/8/2012) ini juga menyebutkan, dalam lima tahun penjualan smartphone dan tablet dengan teknologi pengenalan wajah akan meningkat 665 juta unit setiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Samsung Galaxy SIII adalah salah satu smartphone yang terkenal untuk fitur ini. Selama dua atau tiga tahun ke depan, akan ada lebih banyak OS dan vendor smartphone yang membenamkan teknologi ini," jelasnya lagi.
Menurut Flood, teknologi pengenalan wajah sebenarnya sudah hadir jauh sebelumnya, meski baru sebatas uji coba di laboratorium. Teknologi ini dikembangkan pada 1960 oleh tiga ilmuwan, Woody Bledsoe, Helen Chan Wolf dan Charles Bisson.β¨
Berdasarkan sejarah, tantangan utama teknologi pengenalan wajah di perangkat mobile adalah membenamkan sensor kamera yang cukup akurat dan prosesor yang cukup mumpuni untuk melakukan algoritma kompleks namun tetap tdak boros daya.
"Berkat kemajuan teknologi, kendala ini bisa diatasi, dengan akurasi hampir di atas 90 persen," kata Flood.
Tantangan lainnya, kondisi pencahayaan dan ekspresi wajah terkadang juga menyebabkan masalah. Untungnya, berbagai perbaikan dalam resolusi kamera dan daya proses yang digunakan oleh perangkat mobile saat ini telah sangat membantu mengatasinya.
(/)