Memang jika dibandingkan dengan Microsoft Windows, OS Chrome memiliki beberapa perbedaan mendasar. Dikutip detikINET dari Guardian, Kamis (12/5/2011), laptop Chrome bakal terintegrasi dengan layanan online Google yang berbasis cloud.
Ya, berbagai aplikasi di OS Chrome akan bergantung pada koneksi internet dalam pengoperasiannya. OS Chrome pun disebut-sebut beroperasi layaknya web browser, di mana aplikasi di dalamnya terhubung langsung dengan web, demikian juga penyimpanan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kompleksitas penanganan komputer menyiksa para pengguna. Secara fundamental, model semacam itu cacat. Sedangkan Chromebook adalah model baru di mana pengaturan komputer tidak cuma tanggung jawab Anda," kata Sergey Brin, salah satu pendiri Google.
Microsoft Windows memiliki pelanggan loyal di kalangan pebisnis. Dan Google pun berusaha memasuki celah ini, dengan klaim bahwa data mereka akan lebih aman disimpan di cloud dibanding PC, yang bisa saja hilang atau dicuri.
Mereka menawarkan pola berlangganan bagi pebisnis dengan biaya USD 28 per bulan. Dengan sistem langganan ini, konsumen dijanjikan mendapat support teknis penuh dari Google.
Sama seperti sistem operasi Android, OS Chrome tersedia gratis bagi vendor yang ingin mengadopsinya. Keberadaan perangkat Chrome diharapkan membuat orang kian banyak mengakses layanan Google dan menguntungkan Google dalam bidang iklan online.
(fyk/fw)