Dengan memanfaatkan fitur percakapan video milik iPhone 4 tersebut, penggiat industri porno mengaku telah menyiapkan sejumlah model panas untuk memberikan layanan plus-plus via video chat kepada pengguna.
"Kami telah menyiapkan ini sejak iPhone 4 dirilis," ujar juru bicara perusahaan Pink Visual, Quentin Boyer yang memproduksi hal-hal berbau porno. "Kami hanya memberikan apa yang pelanggan inginkan," kilahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ponsel dilengkapi dengan web browser dan Apple tidak dapat menghentikan orang untuk berkunjung ke situs dewasa," tukas Boyer. Meski kehadiran layanan kontroversial menuai protes, namun tetap saja ada pemilik iPhone yang justru menyambut baik layanan esek-esek itu.
"Saya bosan, tidak bisa tidur dan ingin 'bermain'. Saya punya iPhone 4 dan sedang berpikir untuk melakukannya dengan FaceTime," tulis sebuah pengguna di
situs pencari Craiglist. Sementara Brian Stone, pria 23 tahun mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Apple untuk memblokir konten porno dari ponselnya.
Dikutip detikINET dari nydailynews, Selasa (3/8/2010), Boyer mematok harga sekitar US$ 5 - US$ 6 per menit untuk layanan seks para modelnya di FaceTime.
"Anda bisa melihat bagian wajah atau bagian tubuh lainnya, namun tidak bisa semua sekaligus," ujar bintang porno Teagan Presley. "Kebanyakan para pelanggan
menginginkan semuanya terlihat, namun itu sangat sulit untuk memegang ponsel," tandasnya.
FaceTime sendiri adalah sebuah fitur percakapan video milik iPhone 4 yang memanfaatkan jaringan Wi-Fi. Aplikasi ini meminjam nama dari sebuah perusahaan keamanan jejaring sosial bernama FaceTime.
(feb/ash)