Seorang CEO yang sempat menjadi sorotan karena memecat 900 karyawannya lewat panggilan Zoom perusahaan sesaat sebelum Natal, kini telah dipecat dan digantikan.
Vishal Garg, CEO sekaligus pendiri perusahaan teknologi finansial Better, dilaporkan telah diberhentikan dari perusahaan dan digantikan oleh seorang manajer hedge fund yang baru seminggu bergabung dengan dewan direksi.
Garg, yang memicu kecaman luas saat memecat ratusan karyawan jelang Natal tahun 2021 di perusahaan hipotek digital tersebut, mengaku merasa dijebak oleh pemecatan ini. Menurut CNN, ia diberhentikan dari Better pada 3 Agustus, sebelum manajer hedge fund Daniel Lewis ditunjuk sebagai CEO interim perusahaan.
"Dia bilang dia menyukai strategi perusahaan. Dia memuji kami di platform X dan menggunakan hal itu untuk masuk ke dewan direksi serta merebut kepercayaan kami," klaimnya yang dikutip detikINET dari CNN.
Perusahaan mengalami berbagai kemunduran di bawah kepemimpinan Garg, termasuk dibanjiri ulasan negatif menyusul PHK massal tersebut. Penjualan anjlok dari USD 1,5 miliar pada 2021 menjadi USD 70 juta pada 2023, meskipun Garg mengklaim Better berada di jalur yang benar untuk mencapai target USD 200 juta tahun ini.
"Kami sedang unggul. Volume pinjaman kami naik tiga kali lipat. Kami sudah sangat dekat dengan profitabilitas," ujarnya. Garg merasa Lewis telah membujuk dewan direksi perusahaan untuk memecatnya.
"Saya curiga dia memang selalu ingin menjadi CEO. Dewan direksi telah melakukan kesalahan," imbuhnya. Ia telah mengirimkan surat ke dewan direksi yang menuntut agar jabatannya dipulihkan, serta telah menunjuk pengacara.
Garg dilaporkan menyatakan bersedia bekerja dengan gaji USD 1 per tahun sampai Better kembali mencetak keuntungan, di mana pada titik itu ia berjanji akan mundur dari posisi CEO.
"Ini adalah pengakuan bahwa saya telah menjalankan perusahaan ini selama 10 tahun, tapi eksekusinya belum sempurna. Saya berharap masalah ini dapat diselesaikan. Saya yakin masa depan Better masih sangat cerah," lanjutnya.
Dalam gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York, pihak Better mengklaim Garg melanggar dua UU sekuritas federal dengan membangun koalisi pemegang saham dan membanjiri pasar dengan pernyataan yang menyesatkan demi mengembalikan dirinya ke kursi CEO.
Forbes melaporkan bahwa dewan direksi perusahaan sepakat bulat mencopot Garg dari jabatan CEO dengan alasan kerugian bersih membengkak hingga melebihi USD 1,5 miliar sejak 2022 serta anjloknya harga saham lebih dari 90%.
Garg menjadi sorotan tajam beberapa tahun lalu saat memecat 900 orang yang berlaku efektif saat itu juga di tengah panggilan Zoom. "Ini adalah kali kedua dalam karier saya melakukan hal ini dan saya sebenarnya tidak ingin melakukannya. Terakhir kali saya melakukannya, saya menangis," kata Garg saat itu.
CEO tersebut beralasan bahwa PHK terpaksa dilakukan demi menghindari bencana keuangan. "Kalian tahu tidak bahwa setidaknya 250 orang yang diberhentikan itu rata-rata hanya bekerja 2 jam sehari sementara mencatatkan 8 jam lebih sehari di sistem penggajian?" tulisnya di blog.
Garg, yang mendirikan Better tahun 2016, sempat diminta cuti setelah insiden PHK massal tersebut sebelum akhirnya diaktifkan kembali.
Simak Video "Video: Pakar Ungkap Siapa yang Menikmati Pertumbuhan Ekonomi"
(fyk/fay)