Ketika OpenAI merekrut Denise Dresser dari Slack untuk menjadi chief revenue officer bulan Desember, Fidji Simo, seorang eksekutif tingkat atas, mengatakan pengalaman Dresser akan membantu mereka menjadikan AI berguna, andal, dan dapat diakses berbagai bisnis.
Empat bulan kemudian, Dresser mengambil tanggung jawab tambahan ketika operating chief Brad Lightcap meninggalkan posisinya untuk peran baru di proyek khusus. Kini, Dresser, Simo, dan Lightcap pergi meninggalkan OpenAI saat perusahaan AI itu coba memvalidasi valuasinya yang mencapai USD 852 miliar dan bersiap penawaran saham perdana (IPO) bersejarah.
Dresser mengumumkan kepergiannya yang tiba-tiba dua hari setelah Lightcap mengatakan dia mengakhiri masa kerja delapan tahunnya di pembuat ChatGPT tersebut untuk memulai sesuatu yang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksodus ini memberi tekanan lebih besar pada CEO Sam Altman dan sesama pendiri Greg Brockman, yang juga menjabat presiden, untuk memproyeksikan stabilitas di saat investor khawatir tentang persaingan dari Google dan Anthropic, peningkatan adopsi AI berbiaya rendah, serta gejolak saham SpaceX dalam dua bulan pertama di bursa.
Dikutip detikINET dari CNBC, OpenAI secara rahasia mengajukan prospektus IPO bulan Juni, namun belum memberikan linimasa penawaran saham. "Kepergian para eksekutif OpenAI menjelang IPO mereka adalah tanda bahaya besar," tulis Kevin McCormick, pendiri startup AI SignAudit.AI.
Dresser dan Lightcap adalah nama terbaru dalam serangkaian kepergian tokoh besar baru-baru ini. Simo, yang tahun lalu meninggalkan pekerjaannya sebagai CEO Instacart untuk gabung OpenAI, mengatakan ia mengundurkan diri untuk fokus pada pemulihan setelah penyakit kronisnya memburuk.
Empat eksekutif lainnya, termasuk Kevin Weil, Wakil Presiden OpenAI untuk Sains, dan kepala pemasaran Kate Rouch, telah berpisah jalan pada bulan April. Rouch pergi untuk fokus pada pemulihan dari penyakit kanker.
Para penyokong OpenAI terkejut dengan pengumuman Dresser. Mereka mengatakan bahwa kekacauan adalah bagian dari budaya OpenAI yang bergerak serba cepat. Dresser direkrut setelah membangun reputasi yang kuat di sektor korporasi dengan menghabiskan lebih dari sedekade di Salesforce. Ia ditugaskan untuk mengembangkan unit korporasi OpenAI, bisnis bermargin tinggi yang bersaing dengan Anthropic.
OpenAI memang memiliki budaya rekrut cepat dan pecat cepat, menurut dua mantan karyawan. Salah satu dari mereka menggambarkan lingkungan kerjanya ibarat panci presto yang penuh tekanan. Ketidakstabilan di tingkat petinggi bukanlah hal baru bagi OpenAI, maupun bagi Altman.
Di 2023, Altman mendadak diberhentikan dari CEO setelah dewan direksi menilai ia tidak konsisten dalam komunikasinya dengan mereka. Beberapa hari kemudian, di tengah kepanikan investor dan ancaman karyawan yang akan keluar massal, Altman dipulihkan ke posisinya.
Penggulingan singkat Altman terus membayanginya. Insiden tersebut berulang kali muncul saat persidangan Musk vs. Altman pada bulan Mei. Pengacara Elon Musk menggunakan insiden pemecatan Altman sebagai celah untuk meragukan karakternya, serta menuduhnya tidak dapat dipercaya.
Rentetan peristiwa minggu ini tidak memberikan banyak bantuan bagi posisi Altman. Menyusul kepergian Lightcap, Altman berterima kasih pada rekan lamanya tersebut di X dan bahwa ia sangat antusias bekerja sama dalam proyek selanjutnya.