×
Ad

Nvidia Bakal Punya Sumber Pemasukan Baru Selain GPU, Masuk Pasar CPU

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 01 Jun 2026 09:00 WIB
CEO Nvidia Jensen Huang. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta -

CEO sekaligus pendiri Nvidia, Jensen Huang, dikenal sebagai salah satu sosok paling optimistis terkait masa depan perusahaannya. Menariknya, segala optimisme dan janjinya di hadapan para investor selalu berhasil ia buktikan secara gemilang dari kuartal ke kuartal.

Setelah kembali mencetak rekor pendapatan kuartalan sebesar USD 81,6 miliar dan memproyeksikan angka USD 91 miliar untuk kuartal berikutnya, Huang kini membidik target raksasa baru. Ia mengklaim telah menemukan pasar potensial senilai USD 200 miliar yang sebelumnya belum pernah tersentuh oleh Nvidia.

Target ambisius ini akan digempur melalui lini produk Central Processing Unit (CPU) terbaru mereka yang diberi nama Vera.

Selama ini, Nvidia dikenal sebagai penguasa di pasar GPU (Graphics Processing Unit). Namun, pasar CPU secara historis selalu didominasi oleh perusahaan seperti Intel dan AMD. Hal ini kerap memicu kekhawatiran di kalangan analis Wall Street terkait siapa yang kelak bisa menjatuhkan dominasi Nvidia di industri semikonduktor.

Persaingan di sektor chip AI memang makin memanas:

  • Bulan lalu, Amazon Web Services (AWS) mengumumkan kontrak raksasa dengan Meta untuk pengadaan jutaan CPU AI buatan internal Amazon.
  • CEO Amazon, Andy Jassy, dengan terang-terangan menyatakan bahwa AWS mampu membuat chip AI--baik GPU maupun CPU--yang kualitasnya setara atau bahkan lebih baik dari buatan Nvidia.

Fokus pada AI Agentic

Untuk menangkis persaingan tersebut, Nvidia menghadirkan CPU Vera (diperkenalkan pada Maret lalu) yang dijual secara mandiri maupun dibundel bersama GPU teranyar mereka, Rubin.

Huang sangat yakin Vera akan menjadi motor pertumbuhan utama yang baru bagi Nvidia, karena chip ini merupakan CPU pertama di dunia yang dibuat khusus untuk agentic AI (AI agen).

"Vera membuka TAM baru senilai USD 200 miliar bagi Nvidia, sebuah pasar yang belum pernah kami garap sebelumnya, dan setiap hyperscaler serta pembuat sistem utama kini bermitra dengan kami untuk menerapkannya," tegas Huang dalam laporan pendapatan Nvidia.

Menurutnya, perbedaan mendasar peran GPU dan CPU di era kecerdasan buatan saat ini adalah:

  • GPU: Berfungsi sebagai "otak" untuk memproses pemikiran atau melatih model AI.
  • CPU: Berfungsi sebagai "pekerja" atau agen yang mengeksekusi tugas-tugas tersebut.

CPU Vera dirancang khusus untuk memproses token AI secepat mungkin. Ini sangat bertolak belakang dengan arsitektur CPU cloud klasik yang biasanya didesain dengan sistem banyak inti (cores) untuk menjalankan beberapa instansi aplikasi secepat mungkin.

Masa Depan Miliaran Agen AI

Apa yang membuat Huang begitu yakin Nvidia akan memenangkan pasar CPU khusus ini di tengah gempuran pembuat chip internal dan startup? Jawabannya ada pada pencapaian awal mereka. Huang mengklaim Nvidia telah berhasil menjual CPU Vera mandiri senilai USD 20 miliar tahun ini, dan angka tersebut baru sekadar permulaan.

"Dunia saat ini memiliki miliaran pengguna manusia. Firasat saya mengatakan bahwa kelak dunia akan memiliki miliaran agen (AI). Miliaran agen itu semuanya akan menggunakan alat, layaknya kita manusia menggunakan PC hari ini," papar Huang.

Oleh karena itu, ia menyimpulkan bahwa ke depannya industri teknologi akan membutuhkan jauh lebih banyak CPU untuk menopang kinerja para agen digital tersebut, demikian dikutip detikINET dari Techcrunch, Senin (1/6/2026).



Simak Video "Video CEO NVIDIA Kenalkan NVLink Fusion yang Percepat Komunikasi Antar-Chip AI"

(asj/hps)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork