Meta meneken kesepakatan dengan Nvidia untuk memperluas kapasitas data center mereka, dengan rencana membeli jutaan CPU dan GPU generasi terbaru untuk mendukung kebutuhan AI.
Dalam kerja sama ini, Meta akan menggunakan kombinasi CPU Nvidia Grace dan Vera, serta GPU Blackwell dan Rubin. Nvidia menyebut kesepakatan tersebut menjadi deployment Grace-only skala besar pertama, yang diklaim mampu memberikan peningkatan efisiensi performa per watt di data center Meta.
Selain itu, Nvidia juga menyatakan Meta berencana menambahkan CPU Vera generasi berikutnya mulai 2027 sebagai bagian dari roadmap jangka panjang, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (18/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meta selama ini memang sudah mengandalkan hardware Nvidia untuk berbagai produk AI, namun skala pembelian terbaru ini menegaskan besarnya kebutuhan komputasi perusahaan untuk melatih dan menjalankan model AI.
Di sisi lain, Meta juga tengah mengembangkan chip AI buatan sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia. Namun laporan Financial Times menyebut strategi chip internal tersebut menghadapi tantangan teknis dan penundaan rollout.
Kondisi ini menunjukkan persaingan chip AI masih sangat bergantung pada pemain besar seperti Nvidia, meski perusahaan teknologi raksasa mulai mencari alternatif.
Nvidia sendiri juga menghadapi tekanan dari berbagai arah. Selain isu depresiasi aset dan pembiayaan pembangunan infrastruktur AI, kompetisi dari AMD dan solusi chip lain terus meningkat.
CNBC mencatat saham Nvidia sempat turun 4% setelah laporan pada November yang menyebut Meta mempertimbangkan penggunaan Tensor chip milik Google untuk kebutuhan AI.
AMD juga mulai memperluas posisinya dengan mengumumkan kerja sama chip bersama OpenAI dan Oracle pada akhir tahun lalu.
Nilai kesepakatan Meta dan Nvidia tidak diungkap ke publik. Namun belanja AI tahun ini dari Meta, Microsoft, Google, dan Amazon diperkirakan melampaui total biaya program Apollo, proyek luar angkasa terbesar Amerika Serikat pada masanya.
(asj/asj)

