Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Raksasa Otomotif China Kini Adu Canggih Teknologi AI, Tapi...

Raksasa Otomotif China Kini Adu Canggih Teknologi AI, Tapi...


Fino Yurio Kristo - detikInet

Produsen mobil Tiongkok memulai debutnya di Bangkok International Motor Show pada Senin (25 Maret) dan diperkirakan akan menjadi sorotan di pameran minggu ini.
Ilustrasi mobil listrik China. Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa
Jakarta -

Para produsen mobil listrik di China semakin gencar menyematkan berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) untuk bertahan menghadapi perang harga yang berkepanjangan di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.

Persaingan bergeser selama beberapa tahun terakhir, dari awalnya fokus pad jangkauan baterai, beralih ke peluncuran sistem asisten pengemudi dan penggunaan chip otomotif yang lebih bertenaga. Kini, para produsen mobil berfokus pada fitur AI di dalam kabin.

Lebih dari 50 merek mobil kini menggunakan model AI Doubao milik ByteDance, Volcano Engine. Ini berarti Doubao telah hadir di 145 model mobil dan lebih dari 7 juta kendaraan. Selain kendaraan domestik, AI Doubao juga diintegrasikan pada model asing seperti Mercedes-Benz GLC, SAIC Audi E7X, dan SAIC Volkswagen ID. ERA 9X.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan terus mengintegrasikan fitur-fitur baru dengan lebih cepat," kata FermΓ­n Soneira, CEO proyek Audi dan SAIC yang dikutip detikINET dari CNBC, Senin (4/5/2026).

Ia menyoroti bagaimana produsen mobil kini dapat merilis pembaruan teknologi secara cepat dari jarak jauh atau over-the-air. Peralihan menuju AI ini mencerminkan permintaan konsumen akan fitur-fitur yang saling terhubung, termasuk antarmuka yang kompatibel dengan smartphone Huawei atau asisten berbasis suara seperti Doubao.

ADVERTISEMENT

Doubao milik ByteDance sejauh ini merupakan chatbot AI yang paling banyak digunakan di China, dengan lebih dari 155 juta pengguna aktif mingguan pada awal tahun ini, menurut perusahaan konsultan Chozan.

Perang harga kini berubah menjadi perang fitur seputar teknologi kokpit. Namun tantangannya, sebagian besar teknologi tersebut pada akhirnya menjadi serupa, sehingga menyulitkan perusahaan tampil beda.

Di antara 20 model mobil listrik terlaris di China, mobil-mobil dengan harga 100.000 yuan atau lebih, menawarkan fungsi asisten pengemudi dan hiburan di dalam kabin yang serupa.

"Mereka harus berpacu dan terus berpacu, karena teknologinya menyebar sangat cepat sehingga Anda tidak akan pernah bisa mempertahankan teknologi pembeda dalam waktu lama," kata Stephen Dyer, mitra dan direktur pelaksana serta kepala AlixPartners.

Ia memprediksi perusahaan-perusahaan China akan mulai lebih banyak bersaing pada pengalaman di luar mobil, mirip dengan merek-merek mewah yang menawarkan pengalaman gaya hidup eksklusif.

Produsen mobil Nio misalnya, menawarkan akses eksklusif ke berbagai produk dan clubhouse bagi pelanggannya, selain kendaraan yang dilengkapi material interior premium.

Di sisi lain, Alibaba juga mengumumkan bahwa model kecerdasan buatan Qwen akan diintegrasikan ke kendaraan dari berbagai produsen termasuk BYD dan perusahaan patungan lokal dari Volkswagen. Sistem ini memungkinkan pengemudi memesan makanan, hotel, membeli tiket tempat wisata, hingga melacak paket, beserta berbagai fitur lainnya, melalui perintah suara.




(fyk/fay)




Hide Ads