Momentum Xiaomi di sektor kendaraan listrik berlangsung pesat. Perusahaan ini baru memasuki pasar tahun 2024 dengan peluncuran SU7. Sejak itu, mereka memperluas jajaran produknya, termasuk YU7, yang mencatat 200.000 pesanan hanya dalam hitungan menit setelah dirilis.
Perusahaan kini bersiap meluncurkan YU7 GT, model pertamanya yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan insinyur Eropa. Kendaraan ini diperkirakan debut di China akhir Mei, memadukan performa dan kenyamanan.
Performa menjadi bagian kunci dari strategi merek Xiaomi. SU7 Ultra, misalnya, berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam kurang dari dua detik dan kecepatan tertingginya 350 km/jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pabrik EV Xiaomi di Beijing, laju produksi seakan mencerminkan ambisi tersebut. Sebuah kendaraan baru selesai dirakit kira-kira setiap 76 detik. Fasilitas ini mengintegrasikan manufaktur, penelitian, pengujian, dan pengalaman pelanggan di satu atap menuju integrasi vertikal.
Melibatkan lebih dari 700 robot dan tingkat otomatisasi melebihi 90% di beberapa bengkel perakitan, pabrik ini sangat bergantung pada sistem inspeksi berbasis AI. Sistem tersebut dirancang mendeteksi cacat dengan akurasi nyaris sempurna.
Xiaomi juga fokus pada integrasi. Strategi "Human x Car x Home" (Manusia x Mobil x Rumah) bertujuan menghubungkan kendaraan dengan perangkat pribadi dan sistem rumah pintar melalui sistem operasi HyperOS. Pendekatan ini mencerminkan tren di kalangan produsen mobil China, yang gencar menggabungkan hardware dengan software serta fitur AI.
"Xiaomi adalah contoh klasik ke mana arah suatu produk selanjutnya. Rumah pintar dan perangkat pintar telah menjadi bagian besar kehidupan rumah kita. Mobil menjadi produk lain di dalam kehidupan rumah, pekerjaan, maupun waktu luang kita. Itulah model yang akan terus berkembang dan saya rasa semua pihak harus mengikutinya," kata James Pearson, pendiri sekaligus CEO Lionheart.
Ekspansi ke Pasar Global
Sukses di China Xiaomi kini mengalihkan perhatian ke pasar internasional. Perusahaan mengumumkan rencana memulai ekspansi globalnya di 2027, dengan Jerman diproyeksikan menjadi pasar luar negeri pertama. Xiaomi pun membuka Pusat Desain dan R&D EV di Munich pada tahun 2025.
Dipimpin mantan eksekutif BMW, Rudolf Dittrich, pusat R&D ini berfokus pada adaptasi kendaraan Xiaomi agar sesuai standar Eropa, mulai dari regulasi dan infrastruktur hingga preferensi konsumen.
"Xiaomi melakukan pendekatan tersebut dengan sangat metodologis, dan mengandalkan data. Kami mencoba untuk mendapatkan wawasan pelanggan sebanyak mungkin," ungkap Dittrich di ajang Auto China 2026.
Sinyal-sinyal awal menunjukkan minat pasar yang terus tumbuh. Selama sesi uji coba (test drive) yang dilakukan tahun lalu, kendaraan-kendaraan ini sukses menarik perhatian bahkan saat berada di stasiun pengisian daya, di mana para pejalan kaki berhenti untuk melihat lebih dekat.
(fyk/fyk)

