Redmi dikabarkan tengah mengembangkan tiga smartphone terbaru yang akan dibekali dengan kapasitas baterai raksasa mencapai 10.000 mAh.
Berdasarkan bocoran terbaru dari Digital Chat Station di Weibo, ketiga ponsel tersebut akan menggunakan baterai berjenis sel tunggal (single-cell). Menariknya, meski kapasitasnya tergolong sangat besar, perangkat ini akan didukung oleh teknologi pengisian daya cepat (fast charging) kabel hingga 100W.
Sayangnya, penggunaan konfigurasi baterai sel tunggal ini membuat ketiga perangkat tersebut kemungkinan besar tidak akan bisa masuk ke pasar Uni Eropa karena terbentur regulasi setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baterai super jumbo ini rencananya akan disematkan pada dua lini produk andalan Redmi, yakni seri mainstream Redmi Note dan seri Redmi K yang selama ini dikenal berfokus pada performa tinggi.
Sebagai informasi, lini Redmi Note di pasar China dalam beberapa tahun terakhir kerap memiliki spesifikasi yang cukup berbeda dari versi globalnya, atau biasanya diluncurkan berbulan-bulan lebih awal.
Sementara itu, seri Redmi K selama ini memang berstatus eksklusif dan hanya dijual di China. Namun, beberapa model dari seri ini sering kali diluncurkan ke pasar internasional dengan nama baru (rebrand) di bawah payung merek Poco.
Pola rilis ini tentu membuka peluang bahwa konsumen di pasar Asia mungkin akan melihat kehadiran satu atau dua perangkat Poco dengan baterai monster 10.000 mAh dalam beberapa bulan ke depan, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (27/4/2026).
Kehadiran smartphone dengan daya tahan baterai ekstrem ini dipastikan bakal menjadi daya tarik utama bagi para pengguna yang memiliki mobilitas tinggi atau para gamer yang enggan terlalu sering menancapkan ponselnya ke colokan listrik.
Sebagai informasi, saat ini ponsel Xiaomi dengan baterai terbesar adalah Redmi Turbo 5 Max yang menggendong baterai 9.000 mAh, dan mendukung fast charging hingga 100W.
(asj/asj)

