Di tengah maraknya platform e-commerce yang datang dan pergi mengikuti tren, Lemomo mengambil langkah berbeda. Alih-alih hanya mengandalkan hype sesaat, platform ini membuka proses verifikasi model bisnis secara bertahap untuk satu tujuan utama: memastikan sistem yang dibangun benar-benar stabil, adil, dan bisa bertahan dalam jangka panjang.
Lemomo mengandalkan transaksi nyata dan analisis data pengguna sebagai tolok ukur, dari cara orang berbelanja, memanfaatkan fitur titip jual, hingga bagaimana nilai transaksi terbentuk di dalam ekosistem. Semuanya dipantau untuk memastikan Lemomo bukan sekadar 'sekali coba', tetapi platform yang akan dipakai terus-menerus.
Pengalaman Interaktif, Nilai Transaksi Tetap Transparan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik konsep blind box dan fitur sosial yang seru, Lemomo menunjukkan satu hal: fondasi bisnisnya tetap bertumpu pada transaksi barang dengan nilai ekonomi yang jelas, ditambah lapisan pengalaman, bukan perubahan pada logika nilai itu sendiri.
"Sejak awal, kami menambahkan elemen partisipasi untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih interaktif, tapi nilai ekonominya tetap transparan. Bagi kami, ini penting supaya sistem yang dibangun tidak hanya seru, tapi juga sehat dan bisa berjalan dalam jangka panjang," jelas Head of Marketing Lemomo, Theresalonica Susanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Pendekatan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan, bukan sekadar momen. Dengan mendorong retensi dan pembelian ulang, Lemomo ingin memastikan pertumbuhan bisnis datang dari pola penggunaan yang konsisten, bukan lonjakan sesaat.
Data Nyata Jadi Cermin Kepercayaan Pengguna
Untuk melihat apakah Lemomo benar-benar dipakai sebagai platform belanja jangka panjang, tim internalnya memantau beberapa indikator utama, mulai dari tingkat retensi dan pembelian ulang, kecepatan proses titip jual, hingga kesesuaian antara nilai barang yang diterima pengguna dengan jumlah pembayaran.
Data ini menjadi 'cermin' bagi tim Lemomo apakah pengguna datang karena penasaran lalu pergi, atau kembali karena merasa sistemnya adil dan menguntungkan. Hasil pemantauan ini kemudian diterjemahkan menjadi pengembangan fitur dan penyempurnaan mekanisme di dalam aplikasi.
"Bagi kami, angka bukan sekadar statistik. Data adalah cara kami mendengar pengalaman pengguna. Dari sana kami tahu apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang perlu terus diperbaiki agar Lemomo tetap relevan dan dipercaya," tambah Theresalonica.
Titip Jual, Model Pendapatan, dan Langkah Menuju Validasi Independen
Salah satu pembeda Lemomo terletak pada mekanisme titip jual, di mana barang yang didapat pengguna bisa kembali masuk ke proses transaksi nyata di dalam platform.
Di sisi lain, sumber pendapatan Lemomo berasal dari supply barang, biaya layanan platform, serta kerja sama brand dan aktivitas pemasaran yang dirancang untuk mendukung pengalaman pengguna.
Ke depan, Lemomo juga berencana melibatkan lembaga pihak ketiga untuk melakukan evaluasi independen terhadap mekanisme dan data platform. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan bertahap, skala kecil, dan dapat diaudit yang mereka jalankan sejak awal.
Dengan kombinasi transparansi, transaksi nyata, dan evaluasi berkelanjutan, Lemomo ingin menunjukkan bahwa model bisnisnya tidak hanya layak secara komersial, tetapi juga siap tumbuh dalam jangka panjang bersama pengguna yang merasa aman, percaya, dan ingin terus kembali.
(ega/ega)