Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft Pastikan Peluncuran Vista dan Office 2007 di Indonesia

Microsoft Pastikan Peluncuran Vista dan Office 2007 di Indonesia


- detikInet

Lembang - Microsoft memastikan tanggal peluncuran Windows Vista dan Office 2007. Kedua produk tersebut akan beredar di Indonesia bersamaan dengan peluncurannya di negara-negara lain.Tal Adam Benzion, Marketing Director Microsoft Indonesia memastikan Vista dan Office 2007 akan diluncurkan 23 November 2006. Tetapi tanggal tersebut hanya peluncuran untuk komunitas bisnis, sedangkan untuk pengguna akhir (end user) baru akan diluncurkan pada Februari 2007. Tingkat pengadopsian kedua produk ini dipastikan tertopang dari instalasi yang dilakukan para perakit komputer lokal. Dari sekitar 6.000 perakit komputer lokal, saat ini Microsoft bekerja sama dengan 4.000 mitra perakit komputer lokal. Office 2007 versi Basic akan dibandrol seharga US$ 183 ($ 1 = Rp 9.111 sumber detikcom), sedangkan untuk versi Small Business Edition (SBE) dijual seharga US$ 255.Office 2007 versi Basic terdiri dari tiga aplikasi standar yang biasa dijalankan yaitu aplikasi Word, Excel, dan Outlook. Sedangkan versi SBE berisi aplikasi yang lebih lengkap, yang memang ditujukan untuk kepentingan proses bisnis seperti tambahan aplikasi Power Point, Publisher dan Business Contact.Ketika dikonfirmasi soal harga Vista, Hermawan Sutanto, Product Marketing Manager Windows Client Microsoft Indonesia menolak mengungkap detilnya. Sutanto hanya memastikan bahwa harga Vista nantinya akan sama dengan XP.Microsoft membedakan harga produk berdasarkan instalasi produk baru dan instalasi produk versi upgrade. Benzion menilai, tingkat adopsi Office 2007 akan dipengaruhi dari tingkat adopsi dan upgrade yang dilakukan perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan software versi sebelumnya, seperti Office 2003, 2000 dan 97.Demikian halnya dengan tingkat adopsi Vista. Pengguna lama yang saat ini memakai Windows XP, akan berpotensi melakukan upgrade ke sistem operasi yang sebelumnya memiliki nama sandi Longhorn ini.Seperti pernah diberitakan, Windows Vista Home Basic akan dibandrol seharga US$ 199, dan US$ 99.95 untuk versi upgrade dari Windows XP ke Vista. Windows Vista Home Premium akan dibandrol US$ 239 juta untuk versi baru dan US$ 159 untuk versi upgrade. Sedangkan Windows Vista Business diperkirakan akan dipatok dengan harga US$ 299 untuk salinan baru, dan US$ 199 untuk versi upgrade. Dan Windows Vista Ultimate dibandrol US$ 399 untuk salinan baru dan US$ 259 untuk versi upgrade. Sebelumnya Microsoft juga berharap kebanyakan konsumen akan memilih Windows Vista Premium, karena dilengkapi dengan fitur hiburan yang memiliki kemampuan untuk merekam acara televisi yang disiarkan secara langsung. Di sisi lain, para analis Gartner memperkirakan penundaan maupun peluncuran Windows Vista tak memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan penjualan PC secara global. "Pemasaran Vista memang akan membuat banyak orang menjadi tertarik. Tetapi kami tak melihat (pemasaran Vista tersebut) akan menghasilkan sebuah pertumbuhan (penjualan PC) yang besar," demikian ditegaskan Geore Shiffler, Direktur Riset GartnerSulit DibajakMicrosoft tentunya tidak ingin kecolongan lagi oleh para pembajak yang dapat dengan mudah membajak setiap aplikasi terbaru mereka. Maka dari itu, kali ini Microsoft mempunyai senjata andalan untuk mengakali hal itu.Microsoft akan memberikan aktivasi yang dilakukan setelah instalasi aplikasi dilakukan. Meskipun hal ini bukan 'barang baru' karena sistem operasi yang sebelumnya, XP juga sudah menggunakannya, tetapi Microsoft bersikukuh para pembajak akan sulit untuk membajak Vista."Meskipun aktivasi juga sudah ada di XP, namun di Vista akan di-improve agar lebih sulit" ujar Hermawan saat acara media boot camp Microsoft di SanGriya Resort Lembang, Bandung, akhir pekan lalu. Proses aktivasi dapat dilakukan para pelanggan melalui fasilitas telepon dan internet.Metode pengamanan lainnya adalah dengan validasi. Fungsinya adalah agar fitur-fitur tertentu baru akan berjalan setelah melewati proses ini. Jadi bagi mereka yang tidak melakukan validasi, tidak akan dapat menggunakan seluruh kemampuan yang ada di aplikasi tersebut.Rangkul ZyrexDi acara yang sama, Microsoft juga memperkenalkan Zyrex sebagai the first name account Microsoft di Indonesia. Seperti yang disampaikan OEM Director, Microsoft Indonesia, Ari Kunwidodo, hal tersebut akan menjadikan Zyrex sebagai salah satu merek yang dapat segera mengadaptasi setiap update atau teknologi terbaru dari Microsoft. Menurut riset yang dilakukan IDC, saat ini Zyrex menduduki posisi kedua di pasar consumer dekstop dengan pangsa pasar 8,0 persen. Posisinya ada di bawah Acer yang ada di posisi teratas dengan pangsa pasar 10,9 persen.Sedangkan untuk pasar personal computer (PC), Zyrex berada di posisi keenam dengan pangsa pasar 2,7 persen, sedangkan di posisi pertama masih dipegang Hewlett-Packard dengan pangsa pasar 10,5 persen. (ash) (ketepi/)




Hide Ads