Alasan Batam Jadi Lokasi Pembangunan Data Center Anak Usaha Telkom

Alasan Batam Jadi Lokasi Pembangunan Data Center Anak Usaha Telkom

ADVERTISEMENT

Alasan Batam Jadi Lokasi Pembangunan Data Center Anak Usaha Telkom

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 21 Des 2022 11:23 WIB
MEYRIN, SWITZERLAND - APRIL 19:  A detailed view in the CERN Computer / Data Centre and server farm of the 1450 m2 main room during a behind the scenes tour at CERN, the Worlds Largest Particle Physics Laboratory on April 19, 2017 in Meyrin, Switzerland.  Experiments at CERN generate colossal amounts of data (the LHC experiments produce over 30 petabytes of data per year). The Data Centre stores it, and sends it around the world for analysis. Archiving the vast quantities of data is an essential function at CERN. CERN has more than 130 Petabytes of stored data (the equivalent of 700 years of full HD-quality movies). CERN does not have the computing or financial resources to crunch all of the data on site, so in 2002 it turned to grid computing to share the burden with computer centres around the world.  The centre maintains disk and tape servers, which need to be upgraded regularly.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Foto: Dean Mouhtaropoulos/Getty Images
Jakarta -

Batam menjadi lokasi pembangunan data center oleh anak usaha Telkom, NeutraDC. Pembangunan itu didasari oleh beberapa pertimbangan. Hal ini diungkapkan oleh CEO Telkom Data Ekosistem (TDE) Andreuw Th.A.F.

Pertama-tama, Batam merupakan daerah yang masuk dalam rencana besar pengembangan Telkom. Batam dirasa bisa membuat bisnis data center bisa meluas, dengan tidak hanya menyasar pasar di Indonesia melainkan juga di negara tetangga, Singapura. Meski sudah ada data center di Singapura, masih banyak potensi yang bisa diserap dengan membangun data center lagi yang dekat dengan Negara Singa tersebut.

Selanjutnya, adanya agregasi permintaan pasar regional yang besar dan Batam sudah memiliki ekosistem untuk menjadi pemain global dalam dunia teknologi.

"Kenapa Batam? Kita punya kabel Batam ke Singapura dan akan kita bangun lagi untuk menggarap data center di Batam," jabarnya pada acara media gathering Telkom, di Batam, Selasa (20/12/2022).

"Kita sudah berupaya mengakomodir overflow dari Singapura tapi data center di Singapura sudah penuh. Dari 17 megawatt di sana, kita hitungannya ada 10 megawatt yang pindah ke data center kita di Batam," lanjut Andreuw.

Alasan lainnya, Batam adalah lokasi yang aman minim dari ancaman bencana di Indonesia. Disambung juga dengan lokasi strategis Batam yang dekat dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia.

"Makanya kita bangun Hyperscale. Dengan strategi itu, nanti 2030 kita bisa sampai 400 megawatt. Lokasi setelah Batam kemungkinan besar kita akan membangun lagi di Manado," tandasnya.



Simak Video "Hasil Investigasi Telkom: Data Diduga Milik IndiHome Ternyata Dijual"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT