Inkubator Startup Kominfo, Pendaftar Tembus 10 Ribu

Inkubator Startup Kominfo, Pendaftar Tembus 10 Ribu

ADVERTISEMENT

Inkubator Startup Kominfo, Pendaftar Tembus 10 Ribu

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 02 Des 2022 21:15 WIB
Startup Studio Indonesia
Foto: Dok. SSI
Jakarta -

Startup Studio Indonesia (SSI) pertama digelar pada September 2020, yang artinya saat ini sudah mencapai tahun ke-2. Secara total, startup yang mendaftar ke program ini sudah mencapai 10 ribuan startup.

SSI adalah program inkubasi startup yang digawangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sesuai namanya -- inkubator --, SSI bertujuan mendampingi startup yang masih ada di tahap awal agar produknya bisa lebih matang dan sesuai dengan pasarnya.

Ada berbagai sesi pelatihan yang digelar oleh SSI, seperti Founders Camp, 1-on-1 Coaching dengan praktisi berpengalaman di lanskap startup Indonesia, hingga Milestone Day, dimana mereka dapat mempresentasikan profil bisnis serta pencapaian selama mengikuti program SSI.

Selama kurang lebih dua tahun, SSI telah menerima pendaftaran dari total 10.160 startup, dengan tingkat penerimaan rata-rata 0,79%. Jika dirinci lebih jauh, tingkat penerimaan di Batch 1 adalah 2,99%, Batch 2 (1,39%), Batch 3 (0,26%), Batch 4 (1,26%), dan Batch 5 (1%).

Tak cuma startup pendaftar yang jumlahnya besar, pelatih di SSI pun kini sudah lebih dari 100, dengan berbagai latar berbeda, seperti pendiri, eksekutif, sampai praktisi startup. Di Batch 1, terdapat 40 coach, Batch 2 terdapat 60, Batch 3 terdapat 70, Batch 4 terdapat 59, dan Batch 5 memiliki 89 coach.

Tingginya jumlah coach ini sejalan dengan konsep SSI yaitu "More Brainstorming, Less Classes", yang memfokuskan pada pembekalan ilmu dan wawasan praktis, dan menitikberatkan pada coaching dan mentoring langsung dari para praktisi terkemuka di industri startup.

Menurut data, sektor startup yang mendominasi pendaftaran SSI sejak tahun pertama adalah pendidikan (24,9%), kesehatan (11,6%), dan pariwisata (9,6%). Di luar itu, terdapat pula 37,8% proporsi startup yang bergerak di sektor beragam (lain-lain).

Dari lima kali penyelenggaraan, dewan kurator SSI yang terdiri dari para ahli dan pelaku startup serta perusahaan ventura kapital telah mengidentifikasi empat tantangan utama yang dihadapi oleh startup tahap awal di Indonesia.

Paling utama adalah faktor diferensiasi (69%), dimana startup belum memiliki poin keunggulan dibandingkan kompetitor lokal & global, atau kesulitan membentuk produk yang sesuai dengan karakteristik dan preferensi masyarakat Indonesia.

Selain itu, 3 dari 5 startup (60%) masih kesulitan dalam mengidentifikasi target pasar dan pain points-nya, sehingga pertumbuhan bisnis terhambat (kurang dari 10% per bulan atau menunjukkan tren penurunan).

Faktor lain yang kerap menjadi hambatan adalah rekam jejak para founder. Lebih dari setengah startup (54%) dijalankan oleh founder yang kurang/belum berpengalaman dalam sektor teknologi/bisnis. Sebagian diantaranya juga belum memiliki penguasaan mindset kewirausahaan yang baik untuk mengambil keputusan bisnis strategis.

Selain itu, 45% startup tahap awal beroperasi di sektor pasar yang belum matang, terlalu niche, atau memiliki barrier of entry yang tinggi, sehingga membutuhkan edukasi pasar intensif. Hal ini akan membuat startup tersebut kesulitan untuk scale up dan mengembangkan lini bisnis mereka. Faktor-faktor inilah yang menjadi pertimbangan tim juri SSI dalam menentukan jajaran startup finalis yang siap untuk dibina.

Hingga Batch 5 yang kini tengah berjalan, program inkubasi SSI secara total telah menelurkan 80 alumni startup yang terus berkembang pesat pasca-pelatihan. Tercatat, total pendanaan yang tersalur ke startup alumni SSI Batch 1-3 hingga Mei 2022 mencapai Rp 332,1 miliar.

Dari setiap batch, 30-40% diantaranya pun berhasil mendapatkan pendanaan tahap awal setelah mengikuti SSI. Beberapa diantaranya adalah Justika dan Praktis (SSI 01); Finku, Gajiku, Keyta, Zi.Care, Dibimbing, Powerbrain, serta Fishlog (SSI 03). Sementara itu, Verihubs, Deall Sejuta Cita (SSI 02), Finku dan Sribuu (SSI 03) ikut terpilih menjadi wakil Indonesia dalam program inkubator bergengsi di Silicon Valley, Y Combinator.

Hingga saat ini, Startup Studio Indonesia tengah membuka pendaftaran bagi early-stage founders untuk program batch ke-6 hingga tanggal 1 Februari 2023.



Simak Video "Di Balik Badai PHK Bisnis Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT