Pemerintah Akan Data Talenta Digital Korban PHK, Apa Tujuannya?

Pemerintah Akan Data Talenta Digital Korban PHK, Apa Tujuannya?

ADVERTISEMENT

Pemerintah Akan Data Talenta Digital Korban PHK, Apa Tujuannya?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 02 Des 2022 12:14 WIB
Ilustrasi startup
Pemerintah Akan Data Talenta Digital Korban PHK, Apa Tujuannya? Foto: Oli Scarff/Getty Images
Jakarta -

PHK yang terjadi di beberapa startup teknologi di Indonesia dalam sebulan terakhir membuat ribuan orang kehilangan pekerjaannya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun akan mendata para talenta digital yang menjadi korban PHK.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan talenta digital ini akan didata agar bisa diserap oleh industri lain yang sedang melakukan transformasi digital.

"Diskusi di dalam mungkin kita akan mendata talenta-talenta yang kemarin terkena layoff, mungkin juga bisa digunakan untuk industri-industri yang lain, mungkin juga bisa dipakai dengan pemerintah, kita lihat. Kita akan mendata itu," kata Semuel saat ditemui setelah Forum Ekonomi Digital Kominfo di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Pria yang kerap disapa Semmy ini mengatakan rencana pendataan itu merupakan usulan seorang peserta diskusi dari salah satu BUMN. Ia mengatakan pembajakan talenta digital sudah menjadi hal yang biasa di startup, jadi bisa saja dilakukan oleh pemerintah.

Semmy menambahkan pendataan ini diharapkan bisa menjadi seperti platform jejaring profesional LinkedIn di mana perusahaan bisa memilih talenta baru yang tersedia dan bisa diserap. Apalagi talenta digital di Indonesia saat ini masih kurang dari yang dibutuhkan.

Berbicara soal gelombang PHK yang terjadi di startup dalam negeri, Semmy mengatakan fenomena tersebut merupakan bentuk rasionalisasi perusahaan bukan karena penurunan bisnis. Apalagi setelah perusahaan menggaet banyak karyawan baru saat puncak pandemi.

"GoTo kan karena terjadi merger. Jadi tidak bisa dikatakan itu terjadi kepada semua startup," ujar Semmy.

"Kalau kita lihat ada fenomena setelah selesai pandemi ini kan sekarang yang dari online balik lagi ke offline, itu di Ruangguru, jadi mereka harus rasionalisasi," pungkasnya.



Simak Video "Sebanyak 56 Konten Ngemis Online di TikTok Sudah di Takedown"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT