Hadapi Ancaman Resesi, Apa Startup Masih Seksi di Mata Investor?

Hadapi Ancaman Resesi, Apa Startup Masih Seksi di Mata Investor?

ADVERTISEMENT

Hadapi Ancaman Resesi, Apa Startup Masih Seksi di Mata Investor?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 30 Nov 2022 18:30 WIB
ilustrasi startup
Hadapi Ancaman Resesi, Apa Startup Masih Seksi di Mata Investor? Foto: Internet
Jakarta -

Belakangan ini terjadi PHK besar-besaran di perusahaan teknologi karena berbagai faktor, salah satunya ekonomi makro yang tidak menentu. Lantas, apakah kondisi ekonomi sekarang ini membuat startup jadi tidak seksi di mata investor?

Analis Indef Nailul Huda mengatakan investasi digital di Indonesia pada tahun 2021 mencapai Rp 144 triliun. Pendanaan yang kencang ini mendorong startup untuk melakukan ekspansi, termasuk menggaet karyawan dan memberikan gaji yang tinggi.

Tapi angka investasi tersebut sudah berkurang setengahnya pada tahun 2022. Penurunan investasi ini membuat startup harus mengencangkan ikat pinggang dan melakukan efisiensi dalam bentuk PHK.

"Yang terjadi tahun 2022 ketika cost of investment itu naik terjadi penurunan investasi dan ini terjadi di startup digital di mana investasi startup digital turun menjadi Rp 53,58 triliun per November 2022, penurunannya 50% lebih," kata Huda dalam diskusi virtual bertajuk 'Strategi Industri Digital Indonesia Hadapi Resesi Global', Rabu (30/11/2022).

"Ketika karakteristik startup digital kita masih mengandalkan pendanaan maka yang terjadi adalah mereka cash flow-nya akan terancam. Makanya melakukan efisiensi dengan PHK," sambungnya.

Meski begitu bukan berarti investor benar-benar berpaling dari startup. Dalam kesempatan yang sama Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan investor masih mengincar startup yang siap mengadopsi teknologi terbaru.

"Jadi kalaupun ada yang mau masuk ke startup, mereka rata-rata startup yang generasi kedua yang mengadopsi teknologi 4.0, blockchain, metaverse, atau juga internet of things, artificial intelligence, segala macam," kata Heru.

Hal itu juga diamini oleh Ketua Umum Indonesia Fintech Society Rudiantara yang mengatakan bahwa investor seperti venture capitalist sebenarnya memiliki dana untuk diinvestasikan. Tapi yang diincar adalah startup yang sudah mapan dan bukan yang masih hijau.

"Memang kalau startup yang masih bootstrap pakai uang sendiri atau pre-series itu yang klepekan sekarang. Tapi kalau yang atas karena cash flow-nya sudah ada, mereka sudah oke artinya investor masih mau menyimpan investasinya mau top up dari funding," ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini.



Simak Video "Di Balik Badai PHK Bisnis Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT