Mesti Tahu, Ini Sistem Keamanan di Transaksi Kripto

ADVERTISEMENT

Mesti Tahu, Ini Sistem Keamanan di Transaksi Kripto

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 26 Agu 2022 06:20 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sebagai sistem pembayaran digital, mata uang kripto tidak bergantung pada bank untuk memeriksa dan memverifikasi transaksi.

Mata uang kripto menggunakan jaringan peer-to-peer yang memungkinkan siapa saja, di mana saja, untuk mengirim dan menerima pembayaran. Sistem ini menggunakan enkripsi untuk memverifikasi transaksi dan tujuan sistem ini adalah untuk memberikan keamanan dan keselamatan tambahan.

Sama seperti sistem tradisional, jaringan blockchain tidak terbebas dari potensi hambatan. Kendati demikian, terdapat alat yang memungkinkan siapa saja untuk mencari data transaksi seperti lokasi, waktu, dan kuantitas mata uang kripto yang dikirim dari alamat dompet. Jumlah mata uang kripto yang disimpan dalam dompet juga dapat dilihat oleh siapa saja, dan tingkat transparansi ini membantu mengurangi ketidakamanan.

Salah satu insiden besar yang terjadi beberapa waktu lalu adalah saat Wine Swap, sebuah automated market maker (AMM), terlibat dalam exit scam. Untungnya, tim keamanan Binance bisa memulihkan 99,9% bitcoin yang dicuri dalam insiden tersebut, nilainya sekitar USD 345 ribu, demikian dikutip detikINET dari Techcity, Jumat (26/8/2022).

Builder komunitas tersibuk dan paling berdedikasi dari platform tersebut, Binance Angels, berperan penting dalam menggalang uang untuk operasi pemulihan. Organisasi sukarelawan terkait membantu seorang pengguna memulihkan 98.000 USDC dana yang secara tidak sengaja dikirim ke alamat yang salah.

Kunci untuk Menyempurnakan Keamanan Kripto
Meskipun elemen transparansi dalam transaksi mata uang kripto serta jaringan blockchain hadir untuk menaklukkan potensi ketidakamanan, masih ada kebutuhan untuk mengadopsi sejumlah langkah keamanan yang ketat.

Sejumlah langkah keamanan tingkat lanjut, penyimpanan uang offline, pemantauan aktivitas secara real-time, dan enkripsi data adalah beberapa inisiatif keamanan platform utama Binance. Selain memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki akses ke informasi pribadi mereka serta keamanan dan integritas dana pengguna, berbagai inisiatif tersebut juga menganalisis aktivitas pengguna melalui sistem manajemen risiko Binance jika terjadi aktivitas tak terduga pada akun.

Mempertahankan langkah keamanan pada sisi pengguna sama pentingnya dengan menjaga kepatuhan kripto pada sisi industri. Ini adalah kunci penting untuk meningkatkan keamanan kripto.

Akses masuk aman, kendali akses, dan notifikasi keamanan adalah beberapa langkah keamanan tingkat pengguna guna memastikan keamanan kripto yang memadai. Selain sejumlah langkah pendekatan yang mengutamakan pengguna, Binance juga menerapkan tindakan berikut untuk menjamin keamanan tingkat pengguna: peringatan cepat jika ada aktivitas yang mencurigakan, kebijakan login yang ketat, dan sejumlah langkah keamanan terkait keikutsertaan pengguna.

Selain itu, Binance menyertakan fitur masa jeda yang menghentikan perdagangan derivatif, sehingga pengguna dapat menahan diri dari perdagangan kompulsif setelah mengalami kerugian beruntun.



Simak Video "Deretan Data-data yang Dijual Bebas di Breached.to"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT