Kisah Tragis Penambang Kripto Rugi Rp 14,8 Triliun

ADVERTISEMENT

Kisah Tragis Penambang Kripto Rugi Rp 14,8 Triliun

Anggoro Suryo - detikInet
Minggu, 21 Agu 2022 07:45 WIB
Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Anjloknya nilai tukar mata uang kripto selama beberapa bulan ke belakang menyimpan kisah yang sangat menyedihkan untuk penambang kripto, karena kerugiannya lebih dari USD 1 miliar, atau sekitar Rp 14,8 triliun.

Berdasarkan laporan Bloomberg, tiga perusahaan penambang Bitcoin terbesar (yang tercatat di pasar modal) Amerika Serikat mencatatkan kerugian total lebih dari USD 1 miliar selama Q2 2022.

Selama kuartal 2 yang berakhir 30 Juni lalu itu, nilai tukar Bitcoin merosot 60%, dari sekitar USD 45 ribu menjadi USD 20 ribu. Bahkan mata uang kripto lain pun penurunannya malah lebih besar, misalnya Ethereum yang nilainya turun sampai hampir dua pertiganya.

Ketiga perusahaan penambang Bitcoin terbesar itu adalah Core Scientific, Marathon Digital Holdings, dan Riot Blockchain. Mereka masing-masing mencatatkan kerugian USD 862 juta, USD 192 juta, dan USD 366 juta selama Q2 2022 tersebut.

Bahkan para penambang ini sampai menjual Bitcoin dengan jumlah yang lebih besar ketimbang hasil penambangannya. Tiga penambang terbesar itu menjual 14.600 koin sementara hanya bisa menghasilkan 3.900 koin.

Bahkan pada Juni lalu, Core Scientific sudah menjual 80% simpanan kriptonya untuk menutup biaya operasional dan dana ekspansi. Sementara Bitfarms menjual lebih setengah dari simpanan koinnya.

Tren ini diprediksi akan terus berlanjut hingga kuartal tiga tahun ini, karena Juli adalah penjualan kripto terbesar kedua dengan 6.200 koin yang dijual, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (21/8/2022).

Tak cuma mengobral simpanan Bitcoinnya, ketiga perusahaan itu pun sampai harus menjual alat penambang kripto dan mengambil pinjaman untuk tetap bisa beroperasi. Marathon Digital misalnya, disebut menerima pinjaman sebesar USD 100 juta dan menjual alat penambangnya untuk mendapatkan dana segar sebesar USD 58 juta.

Crypto winter ini tak cuma berdampak pada para penambang kripto, karena tempat penukaran kripto pun terkena imbasnya. Coinbase, tempat penukaran kripto terbesar di AS, merugi USD 1,1 miliar, dan mereka bahkan sudah mem-PHK 1.000 pegawainya pada Juni lalu.



Simak Video "Bappebti Setop Terbitkan Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT