Bahaya di Balik Perintah Elon Musk yang Larang WFH

Bahaya di Balik Perintah Elon Musk yang Larang WFH

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 05 Jun 2022 22:15 WIB
Perjalanan Elon Musk
Elon Musk. Foto: istimewa
Jakarta -

Para karyawan Tesla boleh mengucap selamat tinggal pada pola work from home atau WFH karena sang bos, Elon Musk, memerintahkan semua kembali ke kantor alias WFO. Praktisi HRD menilai kebijakan ini berbahaya bagi Tesla sendiri.

Seperti diberitakan, Elon mengharuskan pegawai di kantor 40 jam per minggu. "Jika kalian tidak muncul, kami akan berasumsi bahwa kalian telah resign," tulisnya di email.

Steve Black selaku bos perusahaan SDM Tipia menyatakan kebijakan WFO itu berpotensi membuat Tesla tidak menarik bagi para pegawai. "Mandat Elon Musk untuk WFO adalah strategi berbahaya karena kemungkinan banyak pegawai akan pergi mencari pekerjaan lebih fleksibel," kata dia.

Dalam surveinya, 65% pegawai yang dipaksa kembali WFO menyatakan akan mencari pekerjaan baru. Kemudian 46% tertarik dengan pekerjaan yang memperhatikan kesejahteraan pegawai dan 42% ingin bisa bekerja dari rumah jika mereka menginginkannya.

"Musk melawan kedua faktor itu dengan menghilangkan semua fleksibilitas dan memaksa bekerja minimum 40 jam per minggu," tambahnya, seperti dikutip detikINET dari Forbes.

Salah satu pengkritik kebijakan Elon Musk itu adalah CEO perusahaan software Atlassian Scott Farquhar. Perusahaan ini memang termasuk paling fleksibel setelah adanya pandemi, di mana karyawan boleh WFH permanen.

Hal itu dipandang sebagai benefit menarik bagi karyawan dan untuk mendapatkan talenta terbaik baik lokal maupun global. Scott pun menilai permintaan Elon Musk untuk WFO itu terasa jadul seperti tahun 1950-an. Padahal baginya, WFH banyak manfaatnya.

"Inilah bagaimana kita akan bekerja di masa depan. Sangat terdistribusi, sangat fleksibel. Ya, pada saat ini memang tidak sempurna, namun kami bereksperimen untuk menjadikannya bagus," demikian kicaunya di Twitter.

[Gambas:Youtube]



(fyk/afr)