Elon Musk Benci WFH, Karyawan Twitter Bisa Kena Imbas

Elon Musk Benci WFH, Karyawan Twitter Bisa Kena Imbas

ADVERTISEMENT

Elon Musk Benci WFH, Karyawan Twitter Bisa Kena Imbas

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 03 Jun 2022 07:16 WIB
Apakah Pembelian Twitter oleh Elon Musk adalah Keputusan Bisnis yang Tepat?
Elon Musk. Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pandemi Corona sudah dapat dikendalikan sehingga sistem work from home atau WFH mulai dikurangi berbagai perusahaan. Seperti pegawai Tesla yang diperintahkan Elon Musk masuk kantor atau dipersilakan angkat kaki. Pegawai Twitter pun bisa terimbas.

Seperti diberitakan, Orang terkaya di dunia ini meminta karyawan Tesla untuk kembali bekerja di kantor atau keluar dari perusahaan. Ia menyatakan karyawan ingin bekerja secara remote harus datang ke kantor minimal 40 jam dalam seminggu.

"Siapapun yang ingin bekerja secara remote harus berada di kantor minimal (dan saya maksud *minimum*) 40 jam per minggu atau tinggalkan Tesla. Ini kurang dari yang kami minta dari karyawan pabrik," kata Musk dalam email.

Nah, Twitter yang sedang dalam proses akuisisi oleh Elon Musk merupakan perusahaan teknologi yang termasuk paling rilelks. Bahkan semua karyawan diperbolehkan WFH permanen.

"Kami bisa mengkonfirmasi bahwa Twitter terus mengizinkan kerja permanen dari rumah seperti yang kami umumkan di 2020, dengan tidak ada rencana untuk mengubah kebijakan ini," kata juru bicara Twitter.

"Meski kantor kami dibuka kembali secara global, karyawan bisa bekerja di rumah part time atau selamanya jika mereka menghendakinya. Prioritas kami adalah karyawan bekerja di manapun mereka merasa paling produktif dan kreatif," tambah Elon Musk.

Tapi bisa jadi kebijakan itu berubah saat Elon Musk nanti resmi memiliki Twitter. Ia terkesan benci WFH karena dia sendiri senang bekerja di kantor atau pabrik.

Musk mencontohkan bagaimana ia dulunya sempat tinggal di pabrik Tesla di Fremont, California saat perusahaan kesulitan menggenjot produksi pada tahun 2017 dan 2018.

"Jika aku tidak melakukan itu, Tesla sudah lama bangkrut. Tentu saja ada perusahaan yang tidak membutuhkan ini (WFO), tapi kapan terakhir kali mereka menjual produk baru yang hebat? Sudah lama sekali," tulis Elon Musk dalam email tersebut.

[Gambas:Youtube]



(fyk/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT