Ngeri, Harga Bitcoin Diramal Anjlok Terus

Ngeri, Harga Bitcoin Diramal Anjlok Terus

ADVERTISEMENT

Ngeri, Harga Bitcoin Diramal Anjlok Terus

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 24 Mei 2022 14:26 WIB
SAN SALVADOR , EL SALVADOR -  MAY 16: Central Bank representatives and Financial Authorities pose for a group picture in San Salvador, El Salvador, on May 16, 2022. Salvadoran President Nayib Bukele announced that El Salvador is hosting a meeting of 32 central banks and 12 other financial authorities, for a discussion on financial inclusion, the digital economy, and the benefits of bitcoin in economies, organized by the Alliance for Financial Inclusion (AFI). (Photo by Alex Pena/Anadolu Agency via Getty Images)
Logo Bitcoin. Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Sempat tembus di level USD 60 ribu, nilai Bitcoin saat ini ada di kisaran USD 30 ribu dan seakan sulit melonjak. Bahkan ada ramalan bahwa harga Bitcoin nantinya bakal menurun lebih dalam lagi.

Chief Investment Officer Guggenheim, Scott Minerd, memprediksi bahwa Bitcoin bisa saja nantinya anjlok sampai level USD 8.000. Apabila benar demikian, maka terjadi penurunan sekitar 70% dari nilai saat ini.

"Jika Anda turun di bawah USD 30 ribu secara konsisten, maka USD 8.000 adalah ujung akhirnya. Jadi saya pikir masih ada banyak ruang untuk penurunan (Bitcoin), terutama karena the Fed," kata dia seperti detikINET kutip dari CNBC, Selasa (24/5/2022).

Minerd merujuk pada kebijakan dari US Federal Reserve yang menaikkan suku bunga dan memperketat kebijakan moneter. Bitcoin sendiri semenjak turun di bawah USD 30 ribu sukar naik lagi secara substansial.

Nilai Bitcoin turun sampai 24% hanya dalam sebulan terakhir. Jika ramalan Minerd benar bahwa harganya tidak bisa tertolong, tentu akan semakin bikin pusing para investor uang kripto.

Ia juga menilai bahwa kebanyakan kripto yang ada saat ini adalah sampah. Akan tetapi khusus Bitcoin dan Ethereum menurutnya akan bertahan lama.

"Kebanyakan mata uang kripto itu bukan mata uang, mereka sampah. Saya juga menilai kita belum melihat pemain kripto yang paling dominan pada saat ini," cetusnya.

Ia mengilustrasikan kejadian dotcom bubble pada awal tahun 2000-an. Pada saat itu, Yahoo dan America Online dipandang sebagai yang paling sukses. Padahal kemudian, pemain lain seperti Amazon yang paling bersinar. Kejadian serupa mungkin akan muncul di jagat kripto masa depan di mana Bitcoin mungkin bukan yang paling dominan.



Simak Video "Aset Kripto Kompak Naik, Termasuk ASIX"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT