Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Usai CommunicAsia, Transaksi ICT Capai US$ 3 Miliar

Usai CommunicAsia, Transaksi ICT Capai US$ 3 Miliar


- detikInet

Jakarta - Sejumlah kesepakatan bisnis berhasil terealisasi setelah CommunicAsia tahun 2005. Setelah tiga bulan, nilai transaksinya mencapai US$ 3 miliar, bahkan lebih.CommunicAsia merupakan ajang eksibisi tahunan yang menggelar teknologi-teknologi terbaru bidang telekomunikasi dan teknologi informasi. Digelar di Singapore Expo, Singapura, CommunicAsia 2006 jatuh pada 20-23 Juni.Direktur Marketing Komunikasi dan Konferensi penyelenggara Singapore Exhibition Services, Lindy Wee mengatakan, dari ajang CommunicAsia tahun 2005 tercatat nilai transaksi US$ 3 Miliar, dalam waktu tiga bulan setelah ajang yang berlangsung Juni 2005 itu."Angka tiga miliar dolar itu belum mencerminkan angka transaksi secara keseluruhan. Karena masih ada kesepakatan bisnis yang terealisasi dalam waktu 5-9 bulan setelah ajang tersebut," katanya dalam acara jumpa pers menyambut CommunicAsia 2006 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (17/5/2006).Untuk ajang tahun ini, Wee menjelaskan akan ada 21 paviliun internasional, yang mewakili berbagai negara. Diantaranya berasal dari Korea, Uni Eropa, Cina, dan negara-negara Asia. Sedangkan dari pemain industri, akan datang berbagai perusahaan telekomunikasi seperti Ericsson, Huawei, ZTE, NTT DoCoMo, Lucent, Motorola, Siemens, Sony Ericsson, Samsung, dan LG.Sementara itu, perusahaan-perusahaan asal Indonesia yang akan hadir di CommunicAsia adalah: Antar Mitra Perkasa, Asri Citra Pratama, EDI Indonesia, Ichtus Gala Asia, Intisar Primula, Pasific Wave Telecommunication, Prosys Bangun Persada, Supra Primatama Nusantara, Teleakses Solusindo, Veelebs Indonesia, Zahir Internasional.Tahun 2005, tercatat ada 2.138 perusahaan dari 54 negara yang hadir dalam eksibisi tersebut. Pengunjung yang hadir berjumlah 65.000 orang yang merupakan pelaku bisnis internasional. Disampaikan Wee, 48 persen pengunjung berasal dari Indonesia, 30 persen dari berbagai negara Asia dan sisanya negara lain. Ramon Bangun, Direktur Industri Telematika Departemen Perindustrian, mengatakan untuk ajang tersebut pihaknya akan membawa perangkat compact microwave untuk radar. "Di dunia, hanya 8-10 perusahaan yang memproduksi compact microwave untuk radar itu. CommunicAsia itu tujuannya lebih ke pendekatan membangun jaringan bisnis," ujarnya. (nks) (ketepi/)





Hide Ads
LIVE