Profil Lummo, Startup Indonesia yang Gaet Suntikan Dana Jeff Bezos

ADVERTISEMENT

Profil Lummo, Startup Indonesia yang Gaet Suntikan Dana Jeff Bezos

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 16 Feb 2022 15:20 WIB
Startup Lummo
Profil Lummo, Startup Indonesia yang Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos Foto: dok. Lummo
Jakarta -

Pendiri Amazon Jeff Bezos kembali menyuntikkan dana untuk startup Indonesia, yaitu Lummo. Yuk kenalan dengan startup ini.

Lummo didirikan sebagai BukuKas pada tahun 2019 oleh Krishnan Menon dan Lorenzo Peracchione. Keduanya bertemu saat masih bekerja di Lazada Indonesia.

Awalnya BukuKas menawarkan aplikasi pembukuan untuk membantu UMKM mengelola keuangannya. Sejak diluncurkan, BukuKas terus menambahkan fitur baru ke aplikasinya, termasuk pembayaran online.

Tidak lama kemudian BukuKas meluncurkan layanan terbarunya bernama Tokko. Platform ini memungkinkan pelaku usaha dan UMKM untuk mendirikan website toko online-nya sendiri. Pada Desember 2021, Tokko berhasil memenangkan Google Play Store Users Choice Awards untuk kategori Aplikasi Pilihan Pengguna.

Sebulan kemudian, BukuKas/Tokko mengumumkan rebranding menjadi Lummo sebagai perusahaan induk yang membawahi produk-produknya. Selain itu, Tokko juga kini berganti nama menjadi LummoSHOP.

Lummo kini memfokuskan bisnisnya sebagai penyedia layanan yang menghubungkan bisnis langsung ke pelanggan (direct-to-consumer/D2C) lewat software-as-a-service (SaaS), dengan LummoSHOP sebagai produk andalannya.

Lummo sudah tiga kali mendapatkan seri pendanaan sejak awal tahun 2021. Pada Januari 2021, Lummo yang saat itu masih bernama BukuKas menerima suntikan dana USD 10 juta diikuti dengan pendanaan seri-B pada Mei 2021 sebesar USD 50 juta.

Suntikan dana dari Jeff Bezos yang diterima oleh Lummo merupakan bagian dari pendanaan seri-C sebesar USD 80 juta yang dipimpin oleh Tiger Global dan Sequoia Capital India.

Co-founder dan COO Lummo Lorenzo Peracchione mengatakan kucuran investasi dari Jeff Bezos ini menandakan potensi berkembangnya model bisnis baru di ranah e-commerce yaitu direct-to consumer.

"Di sisi lain mereka memahami potensi kawasan ini untuk mengembangkan gelombang baru e-commerce, yaitu direct-to-consumer," kata Lorenzo dalam wawancara dengan detikINET.

"Di sisi lain, saya rasa mereka menyadari nilai dari pengetahuan lokal yang tim kami telah bangun selama bertahun-tahun," pungkasnya.



Simak Video "Hikmah di Tengah Badai PHK Startup Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT