Tren Kripto RI Naik, T-Hub Tokocrypto Buka di Bali

Tren Kripto RI Naik, T-Hub Tokocrypto Buka di Bali

Sui Suadnyana - detikInet
Jumat, 21 Jan 2022 19:30 WIB
Pembukaan T-Hub Tokocrypto di Bali
Peresmian T-Hub Tokocrypto di Bali (Sui Suadnyana/detikcom)
Badung -

Tren kripto di Indonesia terus meningkat akhir-akhir ini. Menyambut animo, T-Hub Tokocrypto pun buka di Bali.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengungkap bahwa data pelanggan dan transaksi aset kripto di Indonesia meningkat tajam. Kenaikan ini dilihat dari perbandingan data antara 2020 dan 2021.

"Pertumbuhan dan perkembangan aset kripto ini luar biasa. Saya share sedikit, sepanjang tahun 2021 data yang kami terima, pelanggannya yang jual-beli kripto ini 11,2 juta (pelanggan)," kata Jerry saat pembukaan T-Hub Tokocrypto di Bali, Jumat (21/1/2022).

Padahal, pada November 2021, jumlah pelanggan aset kripto baru sekitar 7 juta. Karena itu, terjadi peningkatan sekitar 4 juta pelanggan lebih hingga akhir Desember 2021.

Tak hanya jumlah pelanggan, nilai transaksi aset kripto RI juga meningkat tajam yakni mencapai Rp 859 triliun sepanjang tahun 2021 dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 2,7 triliun. Padahal, pada 2020 lalu, nilai akumulasi transaksinya baru mencapai 60 triliun.

"Saya ingat 2020 itu Rp 60 triliun akumulasinya. Rp 60 triliun ke Rp 859 triliun, bayangkan dalam setahun. Dari 2020 itu Rp 60 triliun Januari sampai Desember. 2021 itu Rp 859 triliun. Berarti kan berapa kali lipat itu, 1.000 persen," ungkap Jerry.

Jerry mengungkapkan, peningkatan pelanggan dan nilai transaksi aset kripto di Indonesia salah satunya disebabkan karena kehadiran trader-trader Tokocrypto dan sebagainya. Mereka dinilai berkontribusi dan menggairahkan warga RI tentang perdagangan aset kripto.

Selain itu, pertumbuhan aset kripto juga disebabkan karena banyaknya informasi mengenai aset kripto di seluruh penjuru dunia. Informasi ini tidak lepas dari kemajuan teknologi.

"Kan sekarang dengan kemajuan teknologi kita bisa melihat, membaca dan mungkin mengobservasi, menganalisis banyak koin koin atau token-token baru yang ada di seluruh dunia," terangnya.

Jerry menuturkan, hingga saat ini Indonesia telah mengakui token atau koin aset kripto sebanyak 229. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah keseluruhan koin yang ada di seluruh dunia.

"Yang namanya token-token itu, koin-koin itu, kalau di kita (di Indonesia) cuma 229 yang diakui. Tapi di seluruh dunia ada 12 ribu, sekarang nambah lagi, 15 ribuan. Puluhan ribu lah kira-kira," ungkap Jerry.

Jerry menyebut, pihaknya tidak sembarangan dalam mengakui keberadaan koin untuk aset kripto di Indonesia. Hal itu guna memastikan agar aset kripto yang diakui di Indonesia tidak abal-abal.

"Kita enggak sembarangan setiap ada koin baru kita comot-comot. Enggak! Karena kita ingin memastikan, ini asetnya nggak abal-abal. Nah itu melalui skrining yang ketat," tuturnya.

Meski jumlah koin yang diakui di Indonesia masih cukup terbatas, menurut Jerry, hal itu sudah sangat memberikan animo dan pertumbuhan di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Statistik yang terima oleh pihaknya, bahwa 90 persen pelanggan aset kripto di Indonesia berada di usia 20 sampai 30 tahun.

"Ditambah lagi dengan para pedagang ini yang salah satunya Tokocrypto yang sudah melakukan banyak aktivitas dengan jual-beli aset kripto di Indonesia. Dan tidak hanya Tokocrypto, tapi juga yang lain. Ini yang juga sekaligus yang memberikan pertumbuhan yang signifikan," ungkap Jerry.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Prospek Aset Kripto Lokal di Masa Depan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)