40 Juta iPhone 13 Diprediksi Terjual Selama Akhir 2021

40 Juta iPhone 13 Diprediksi Terjual Selama Akhir 2021

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 05 Jan 2022 16:51 WIB
A demonstration of the newly released Apple products is seen following the product launch event at the Steve Jobs Theater in Cupertino, California, U.S. September 12, 2018. REUTERS/Stephen Lam
Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta -

Apple diperkirakan sukses menjual 40 juta unit iPhone 13 dari berbagai varian selama musim liburan 2021 lalu, meskipun tengah terjadi berbagai kelangkaan komponen.

Ini adalah perkiraan dari analis Wedbush bernama Daniel Ives, yang juga menyebut permintaan iPhone 13 ini masih akan menguat sampai 2022. Jumlah permintaan pasar terhadap iPhone 13 ini juga diperkirakan lebih tinggi dari pasokan yang bisa dipenuhi Apple pada Desember lalu.

"Berdasarkan pengecekan terhadap rantai pasokan selama beberapa minggu, kami percaya permintaan pasar yang ada lebih tinggi dari pasokan yang bisa dipenuhi Apple, yaitu mencapai 12 juta unit pada kuartal Desember," ujar Ives.

Menurutnya China juga menjadi sumber kekuatan utama Apple selama 12 bulan ke belakang, dan menjadi negara kunci penjualan iPhone. Peningkatan pasar ini terjadi karena siklus besar pergantian iPhone yang dialami iPhone 12 dan iPhone 13.

Siklus besar pergantian iPhone yang dimaksud oleh Ives ini adalah ada 230 juta dari 975 juta pengguna iPhone di seluruh dunia yang tidak mengganti iPhone-nya selama 3,5 tahun terakhir.

Hal tersebut dipercaya Ives akan membuat penjualan iPhone 13 ini jadi melesat, dan menciptakan ketertarikan pengguna untuk headset mixed reality Apple, yang kabarnya akan dirilis pada musim panas mendatang.

Selain iPhone, Ives pun memperkirakan nilai bisnis layanan Apple seperti Apple Music, iCloud, Apple TV+, dan Apple Fitness+ saat ini bernilai USD 1,5 triliun, alias setengah dari valuasi Apple yang baru-baru ini mencapai USD 3 triliun, yaitu jadi perusahaan pertama di dunia yang mencapai valuasi setinggi itu di 2022.

Pada sesi penjualan Senin (3/1), saham Apple sempat menyentuh angka USD 182,86 per lembarnya sebelum ditutup pada USD 182,01. Bila dikalikan dengan 16,4 miliar saham yang beredar, nilai Apple sekitar USD 3 triliun.

Angka tersebut lebih dari valuasi AT&T, Boeing, Coca-Cola, Comcast, Disney, Exxon, Ford, Goldman Sachs, IBM, McDonald's, Morgan Stanley, Netflix, Nike, dan Walmart -- digabungkan.



Simak Video "Ragam Respons Netizen soal Seri Terbaru iPhone 13"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)