Year in Review 2021: Marketing Digital Jadi Arus Utama

Year In Review 2021

Year in Review 2021: Marketing Digital Jadi Arus Utama

20detik - detikInet
Senin, 27 Des 2021 08:12 WIB
Jakarta -

Digital marketing di 2021 semakin mengemuka seiring dengan situasi pandemi COVID-19 yang mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan dunia digital. Peningkatan efektivitas digital marketing ini sejalan dengan penggunaan internet dan media sosial yang semakin tumbuh.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta orang. Dari angka itu pengguna layanan digital mengalami pertumbuhan sebesar 37 persen selama pandemi COVID-19.

Sejatinya, pemasaran digital (digital marketing) sudah dipakai oleh para pelaku usaha sejak beberapa tahun belakang, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era modern. Namun, pandemi COVID-19 justru mempercepat pemanfaatannya secara masif.

Guerilla Marketing Strategist sekaligus anggota Asosiasi Digital Marketing, Adythia Pratama, melihat tren peningkatan pencarian seputar digital marketing di Google. Dalam situs pencari online itu terpotret geliat pengguna internet mendapat informasi mengenai jualan online.

"Selain COVID-19, pencarian paling tinggi di 2021 tentang tren digital adalah bagaimana jualan online. (Sebelum pandemi) belum pernah trending satu (di Google) kayaknya, ya, digital marketing. Pertama kalinya, jualan online benar-benar menjadi sesuatu yang hits," ujar Adythia Pratama.

Adythia melihat meroketnya minat terhadap digital marketing didorong oleh banyak faktor. Tak hanya terkait aksesibilitas, tetapi juga akibat 'gencatan ekonomi' yang memaksa orang untuk melirik dan mempelajari hal tersebut. Sehingga, fenomena jualan online tak lagi jadi pengekor, melainkan ada di arus utama.

"Karena mudah diakses. Seharusnya terjadi semasif ini mungkin tiga empat tahun lagi, tapi karena pandemi dipercepat di tahun ini. Kedua karena gencatan ekonomi. Sekarang hampir semua orang sebisa mungkin belajar jualan online," jelas Adythia.

"Dulu jualan online itu dianggap sebagai salah satu alternatif pemasaran buat perusahaan yang sudah existing. Kalau sekarang semua orang menganggap jualan online itu utama," tambahnya.


Amunisi Baru Bernama 5G

Tren online yang kian menggelinding kemudian mendorong percepatan infrastruktur digital. PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) misalnya, kini telah memfasilitasi pemanfaatan teknologi 5G untuk menggerakan ekonomi masyarakat.

"Kenapa kita mendorong ini semua? Karena kita ingin Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Dengan adanya 5G, mari bersama-sama ekosistem, semoga ada unicorn-unicorn baru dengan memanfaatkan teknologi 5G. Teknologi 5G sangat signifikan perubahannya dari sisi kemampuannya."

Merujuk hal tersebut, Creative Strategic Planner Oppo Andri Hilary menyebut bahwa akses 5G di Indonesia ini mampu menghadirkan konektivitas yang lebih cepat dan terintegrasi. Sehingga keberadaan smartphone dan perangkat lainnya akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Dengan 5G ini masuk ke Indonesia, kita akan memasuki era di mana semua lebih cepat, lebih terintegrasi. Handphone, smartphone akan semakin dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kami ingin mencoba untuk nantinya menyediakan 5G dalam device-device di semua range. Dari device yang murah ke device yang flagship," jelas Andri Hilary

"Kami juga sekarang sedang berusaha menyediakan perangkat-perangkat yang mumpuni dengan berbagai macam segmen konsumen. Misalnya kita akan membuat device juga yang jelas 5G ready dan semua segmen bisa mendapatkan pengalaman 5G yang optimal," tambahnya.

(ids/fuf)