Jualan Online, Mantan Reseller Topi Sukses Bikin Brand-Ekspor Produk

Year in Review 2021

Jualan Online, Mantan Reseller Topi Sukses Bikin Brand-Ekspor Produk

Erika Dyah - detikInet
Sabtu, 25 Des 2021 18:30 WIB
Shopee
Foto: Dok. Shopee
Jakarta -

Pesatnya penggunaan teknologi digital memberi harapan baru bagi para pengusaha. Terutama, bagi mereka yang mulai berbisnis dengan memanfaatkan jalur online lewat e-commerce seperti yang dilakukan oleh pria dari Bandung Barat, Yosep Bahtiar.

Pemilik Arshila Fashion ini merupakan salah satu Star Seller di e-commerce Shopee. Siapa sangka, usahanya yang kini menjadi andalan banyak pengguna untuk membeli aksesori topi ternyata dimulai dari perjalanannya menjadi reseller.

Yosep mengungkapkan ia memulai usaha dari reseller untuk memperoleh modal penjualan. Berkat kegigihan dan konsistensinya, ia pun berhasil membangun brand sendiri yang dinamakan Arshila Fashion dengan fokus pada penjualan aksesori topi.

Ia menceritakan ada cerita di balik keputusannya memiliki topi sebagai fokus bisnisnya. Di awal memulai bisnis, Yosep merupakan reseller yang menjual berbagai variasi kaos. Ia menggeluti usaha ini selama setahun lamanya.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Yosep, ia pun iseng belajar dan mencari informasi untuk mengetahui barang apa yang memiliki banyak peminat dan bisa meraup banyak keuntungan. Saat itulah, ia dipertemukan dengan produk topi pancing dengan harga dan angka penjualan yang bagus.

Bermula dari momen tersebut, Yosep mengaku mulai berani stok produk topi pancing dengan modal hasil penjualan sebelumnya. Tak lama berselang, Yosep bercerita ia dipertemukan dengan pengrajin topi yang bisa bekerja sama dan bahkan langsung menginstruksikan proses Maklun yang artinya, pengerjaan produk dilakukan oleh pihak lain yaitu konveksi.

Akhirnya, Yosep pun mengandalkan cara tersebut untuk memproduksi produk topi dari Arshila Fashion hingga bisa mengembangkan usahanya sampai saat ini.

"Dari mulai packing sendiri bersama istri hingga sekarang sudah punya tim packing, tim gudang sudah ada 15 orang, kami juga bekerja sama dengan banyak konveksi karena pertumbuhan bisnis kami semakin besar, dari mulai orderan puluhan sampai ratusan apalagi ketika event pasti ribuan," ungkap Yosep dikutip dari keterangan tertulis.

Produk Arshila FashionProduk Arshila Fashion Foto: Dok. Shopee

Dari yang semula hanya menjual topi pancing, Yosep pun berinovasi dengan bisnisnya dengan menghadirkan beragam produk lain. Ia pun melebarkan target pasar, dari yang semula fokus di kalangan milenial hingga meraih pasar untuk berbagai usia, mulai dari bayi, anak, hingga dewasa.

Ia pun mengaku sering mencari tahu tren pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan terus berinovasi.

"Saya suka research produk yang lagi nge-tren di luar negeri dan belum banyak dijual di Indonesia. Intinya, siapa cepat dia dapat, harus ada produk baru setiap minggu atau setiap bulannya. Kalau sudah mulai viral di Indonesia, pasti akan tercipta perang harga. Kemudian kita produksi dengan bahan kita sendiri untuk ciptakan harga yang bersaing," jelasnya.

Sebagai seorang pengusaha yang mulai berbisnis online dari nol, Yosep pun berbagi suka dukanya saat menjadi reseller hingga menjadi bos dari brand miliknya sendiri.

"Ketika jadi reseller itu kesulitannya kita tidak tahu kalau hari ini barang tersebut habis dan juga tidak bisa mengamankan stok ketika orderan lagi banyak, apalagi pas bulan Ramadan atau lagi event besar," kata Yosep.

"Sedangkan ketika produksi sendiri, kita bisa atur stok ketika barang kita mulai menipis dan bisa langsung update produk baru ketika ada produk yang sedang viral sehingga akan meningkatkan penjualan terhadap toko kita. Keamanan stok produk juga lebih terjamin," tambahnya.

Perjalanan Bersama Shopee untuk Dongkrak Penjualan

Yosep yang mengandalkan penjualan di e-commerce Shopee pun mengungkap, ia memanfaatkan beragam fitur Shopee untuk mendongkrak penjualan. Menurutnya, fitur dan program Shopee ampuh dalam membantu meningkatkan penjualan Arshila Fashion.

"Ketika tidak menggunakan fitur dan program tersebut, orderan ke toko kita yah segitu-gitu aja tiap harinya, kadang tidak ada orderan. Tapi ketika rutin menggunakannya, orderan perlahan naik terus!" tutur Yosep.

Adapun sejumlah fitur yang kerap digunakannya, antara lain:

  • Iklan Shopee. Fitur iklan menurutnya menjadi bentuk promosi paling ampuh. Ia pun rutin menggunakan Iklan Pencarian Produk. Dengan Iklan Shopee, penjual bisa mempromosikan produk ke masyarakat luas dengan lebih cepat.
  • Gratis Ongkir XTRA. Yosep mengungkap program gratis ongkir ini ampuh dalam meningkatkan penjualan. Untuk itu, saat meluncurkan produk, pihaknya pasti melakukan perhitungan dari biaya operasional hingga biaya admin & layanan yang akan dikenakan sehingga tidak mengganggu angka keuntungan penjualan.
  • Saat mendekati event besar, ia pun mengaktifkan Voucher Toko atau Paket Diskon untuk menarik minat Pembeli dengan diskon yang ditawarkan di range sekitar 5%-15%.

Berkat usahanya serta dukungan dari Shopee, kini bisnis Arshila Fashion milik Yosep tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tapi juga telah melanglang buana hingga ke luar negeri. Terutama sejak dirinya bergabung dengan program Ekspor Shopee dan Bangga Buatan Indonesia.

Menurut Yosep, peluang besar bagi UMKM seperti miliknya sangat terbuka besar dengan penjualan melalui e-commerce. Ia pun mengungkap berkat program Ekspor Shopee, produk dari Arshila Fashion berhasil mendapatkan total ribuan pesanan dari negara Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, hingga Brazil.

Sementara itu, Guerilla Marketing Strategist, Adhytia Pratama menambahkan bahwa e-commerce, terutama Shopee telah sejak awal membantu para pengusaha terutama yang baru memulai jualan online, dengan menghadirkan serangkaian guideline yang bisa mendongkrak penjualan dan mengembangkan brand.

Untuk itu, ia mengingatkan kepada para pengusaha baru di e-commerce agar mempelajari essential factor yang diberikan oleh e-commerce agar bisa sukses menjual produk dan mengenalkan brandnya ke masyarakat.

"Hampir semua e-commerce terutama Shopee itu sudah memberi penjelasan hal apa saja yang paling penting jadi faktor orang beli, hal apa saja yang harus diperhatikan, dimensi dan ukuran foto berapa, warna background foto produk yang bagus gimana," sebutnya.

Ia pun membagikan kiat sukses untuk brand-brand baru yang ingin mulai membangun usaha di e-commerce. Menurutnya, selain memperhatikan strategi marketing, brand juga perlu melakukan branding sebagai langkah awal.

"Membangun pesona merek di pikiran target market yang spesifik. Saran yang paling mudah adalah 'sunat' target market. Bikin branding kita kuat dan lekat," pungkasnya.



Simak Video "Year In Review 2021: Kilas Balik Penanganan COVID-19 di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)