Bisnis UMKM Melesat Saat Pandemi, Ini Rahasianya

Year in Review 2021

Bisnis UMKM Melesat Saat Pandemi, Ini Rahasianya

Jihaan Khoirunnisa - detikInet
Sabtu, 25 Des 2021 15:25 WIB
Shopee
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM lokal. Namun, tak sedikit juga UMKM yang bisnisnya justru semakin melesat di masa pandemi ini.

Uda Irman misalnya. Ia adalah owner dari brand sepatu lokal bernama POLLENZO yang kini sukses membangun 3 gudang di daerah Bogor. Warga asal Ciomas, Bogor ini menyebut pandemi di awal tahun 2020 lalu memang sempat menghambat perkembangan usaha sepatunya. Bahkan saat itu, stok sepatu wanita yang ada sempat tidak laku terjual.

"Waktu pertama pandemi itu awalnya kaget. Karena sudah siap untuk persiapan Lebaran. Stok saya masih banyak. Saya sudah siap stok beberapa gudang. Saya sempat down mikirin bagaimana karyawan sebanyak ini mau dikeluarkan nggak mungkin," katanya.

Namun, kondisi tersebut tidak lantas membuat Irman menyerah. Ia terus mencari cara bagaimana agar bisnis yang telah dirintis sejak tahun 2015 tersebut bisa tetap berkembang, meski diterpa pandemi. Salah satunya dengan berinovasi mengeluarkan produk sepatu wanita.

Dikatakan Irman, dia juga menggencarkan promosi dan penjualan lewat platform e-commerce, yaitu Shopee. Berbagai promo dan voucher yang ditawarkan Shopee dinilainya efektif untuk memperluas eksposur digital. Sehingga dapat menggaet konsumen untuk berbelanja di tokonya.

Irman bersyukur karena berkat rangkaian kampanye dan promo Shopee, seperti flash sale, gratis ongkir, dan lainnya, POLLENZO bisa melewati masa krisis di tahun 2020. Bahkan, saat ini dia sudah memiliki 3 gudang dari yang semula hanya 1 gudang. Selain itu, jumlah karyawan yang dulu hanya 5 orang, kini telah bertambah menjadi 25 orang.

"Perjalanan saya dari awal buka di Shopee hingga sekarang memang luar biasa. Sekarang penjualan saya sudah naik 20 kali lipat. Tidak bisa di pungkiri saya juga dibantu sama Shopee untuk menaikkan penjualan dan mendapatkan eksposur dengan fitur-fitur yang ada di Seller Center," terangnya.

Oleh karena itu, dia mendorong agar pelaku UMKM terus belajar untuk memahami produk-produk serta fitur dalam e-commerce. Tujuannya agar dapat mengatur strategi bisnis toko masing-masing sehingga mendorong kemajuan bisnis, terutama selama pandemi COVID-19.

Di samping itu, dia mengaku keikutsertaan usahanya di Shopee memberikan product insight dan market input. Sehingga ia bisa menggali lebih dalam tentang potensi produk untuk dikembangkan di masa depan. Selain itu juga bisa menjaring pangsa pasar baru yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Shopee Handhika Jahja mengatakan pihaknya tidak hanya mempermudah penjualan produk-produk UMKM. Namun, Shopee juga ikut terlibat dalam memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM. Salah satunya dengan menghadirkan Kampus Shopee di beberapa kota besar di Indonesia, di antaranya Bandung, Solo, dan Semarang.

Lewat Kampus Shopee, Handhika menjelaskan pengusaha bisa belajar tentang konsep bisnis online di e-commerce, cara berjualan secara online, mengenal psikologi pembeli sebelum berjualan, hingga pengenalan tentang cara menggunakan aplikasi Shopee dan fitur-fitur pendukung untuk membuat penjualan lebih efektif.

Senada, Pemerhati Digital Marketing, Adythia Pratama juga mendukung upaya Shopee yang memberikan edukasi kepada pelaku UMKM lokal di Tanah Air. Sebab dengan begitu mereka bisa semakin memahami sistem pengelolaan digital platform untuk memajukan kegiatan usaha.

"Pelajari dulu essential faktor yang dikasih. Hampir semua (e-commerce), terutama Shopee, mereka kasih penjelasan (ke UMKM) hal mana yang jadi faktor orang beli. Apa yang harus diperhatikan, dimensi fotonya berapa, warna background-nya," tukasnya.

Dia berharap berbagai hal tersebut dapat mendorong pelaku usaha naik kelas lewat digitalisasi. Apalagi saat ini UMKM menjadi salah satu penyelamat perekonomian nasional.

"Saat ini UMKM kan ada 65 juta dan menyerap 96 persen tenaga kerja. Dari situ, 64 juta nya adalah pengusaha mikro. Nah tugasnya bagaimana menaikkan level pengusaha mikro ke kecil atau UMKM," tandasnya.



Simak Video "Year In Review 2021: Kilas Balik Penanganan COVID-19 di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)