Kemendagri Akselerasi Smart Governance Lewat Nutanix

Kemendagri Akselerasi Smart Governance Lewat Nutanix

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 22 Nov 2021 12:47 WIB
Fetra Syahbana, Country Manager, Indonesia, Nutanix
Foto: Dok. Nutanix
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) mengimplementasikan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang tersebar di 542 wilayah pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia dengan memakai platform Nutanix.

Tujuan penerapan SPID ini adalah selain meningkatkan agility, resiliensi, dan performa sistem mereka, Kemendagri juga dapat menyertakan 99% dari seluruh target provinsi mereka dalam waktu kurang dari setahun.

"Tata kelola data sangat penting bagi kami dan ada peluang nyata menggunakan data untuk mengambil kebijakan yang lebih cerdas. Sudah jelas bahwa transparansi informasi publik akan meningkatkan kepercayaan publik," ujar Asmawa Tosepu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemendagri, dalam keterangan yang diterima detikINET, Senin (22/11/2021).

"Dengan platform Nutanix di inti infrastruktur TI, kini kami memiliki skalabilitas, platform berperforma tinggi dan memiliki kapabilitas yang tinggi, untuk mengeksekusi berbagai workflow yang lebih besar secara lebih sistematis. Selain itu, agility dan fleksibilitas teknologinya adalah hal-hal yang kami anggap sangat luar biasa. Kombinasi ini meningkatkan kualitas layanan publik yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Menurut Asmawa, Mengelola 542 wilayah pemerintahan (34 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota) di seluruh Indonesia dalam kondisi skalabilitas yang rendah merupakan hal yang sulit. Tim TI kesulitan untuk menangani integrasi data, menjaga up time dan kualitas layanan publik tetap tinggi.

Kemendagri pun mendesak berbagai instansi di bawahnya untuk memastikan interoperabilitas data, dan solusi cloud yang scalable untuk memfasilitasi integrasi perencanaan, budgeting, dan reporting di semua tingkat pemerintah daerah.

Ketika Kemendagri memulai perjalanannya bersama platform cloud Nutanix, mereka baru pada tahap awal pengadopsian teknologi tersebut. Sekarang, sebanyak 90% dari infrastruktur kementerian sudah bermigrasi ke 20-node cluster dari Nutanix yang menawarkan transformasi digital luar biasa.

"Setelah menggunakan Nutanix HCI (hyperconverged infrastructure), kami dapat memecahkan banyak persoalan yang tadinya kami rasa tidak bisa diselesaikan. Kami telah mengintegrasikan sistem online antara pemerintah pusat dan daerah terkait budgeting, procurement, purchasing, dan audit," jelas Asmawa.

Kini, Nutanix adalah bagian penting dari dari IT blueprint yang strategis di Kemendagri. Setelah diterapkan, solusi Nutanix bisa mengelola puncak response time di sistem dengan mudah. Keuntungan utama dari migrasi Nutanix ini adalah efisiensi dan produktivitas yang tinggi dalam manajemen. Secara keseluruhan, Nutanix telah membantu team meraih sekitar 40% penghematan biaya operasional.



Simak Video "Kolaborasi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Fesyen Muslim Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)