Indonesia Bisa Jadi Raja Ekonomi Digital Dunia, Kalahkan China

Indonesia Bisa Jadi Raja Ekonomi Digital Dunia, Kalahkan China

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 17 Nov 2021 14:00 WIB
18 Agustus Diperingati Hari Konstitusi Indonesia, Ini Awal Mulanya
Indonesia berpotensi menjadi raja ekonomi digital mengalahkan China. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Indonesia berpotensi menjadi raja ekonomi digital mengalahkan China. Hal ini diungkap oleh beberapa sumber. Salah satunya adalah Vikram Sinha Director & CCO Indosat Ooredoo yang percaya bahwa ekonomi digital adalah suatu keniscayaan.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital kini sudah terjadi, dan Indonesia memiliki kekuatan juga teknologi yang mumpuni untuk membangun keterhubungan masyarakat dengan internet.

"Presiden Jokowi memiliki big map dan juga kebijakan untuk mewujudkan itu. Koneksi sinyal dan lainnya harus berkolaborasi menciptakan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia atau bahkan di dunia, Indonesia punya potensi bagus," ucapnya dalam acara Indosat Ooredoo Talk, Rabu (17/11/2021).

Indosat dan partner sendiri sudah melakukan banyak pembangunan untuk membantu mewujudkan misi pemerintah. Di mulai pada tahun 2019 contohnya, Indosat sudah membangun infrastruktur untuk jaringan 5G.

"Kita bisa bicara tentang Gojek, ekonomi digital harus bisa mengajak banyak orang berkolaborasi dan memberikan nilai pda negara serta masyarakat," lanjut Vikram.

"Tidak usah jauh-jauh, dua tahun lalu sebelum pandemi melanda, saya bicara dengan orang tua biasanya mereka melakukan belanja secara langsung ke toko tapi saya melihat mereka jadi lebih online. Peluncuran 5G Indosat kemarin, saya bisa melihat barang lewat virtual reality, melihat dan memilih batik sendiri. Ini telah terjadi. Makin banyak yang bisa dilakukan dengan teknologi," tandasnya.

Indonesia memang sedang galak-galaknya membangun ekonomi digital. Hasilnya terbukti lewat beberapa riset dan prakiraan dari pakar, salah satunya Google yang memproyeksi nilai ekonomi digital Indonesia bisa tembus USD 146 miliar pada 2025 mendatang. Angka itu lebih tinggi dari prediksi awal yang 'hanya' USD 124 miliar.



Simak Video "Strategi GoPay Dorong Transaksi Non Tunai di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)