Bisnis yang Pindah Online Untungnya Naik 46%, yang Offline Turun 34%

Bisnis yang Pindah Online Untungnya Naik 46%, yang Offline Turun 34%

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 11 Nov 2021 21:45 WIB
Ilustrasi BELANJA online
Bisnis yang Pindah Online Untungnya Naik 46%, yang Offline Turun 34%. Foto: shutterstock
Jakarta -

Bisnis yang pindah online terbukti memiliki potensi untuk berkembang terus terlebih di era pandemi. Sementara itu, mereka yang masih offline justru merugi.

Oleh karenanya sangat dibutuhkan dorongan dan bantuan dari orang-orang, lembaga, atau institusi pemerintahan untuk membantu migrasi UMKM go digital. Hal ini diungkap oleh Jonathan Bryan Chief Marketing Officer KoinWorks, Rabu (10/11/2021), di acara Talkshow Virtual 'Peran Fintech Dorong Ekonomi Digital Indonesia' oleh Forum Wartawan Teknologi (Forwat) bekerjasama dengan OY!.

"Dari data 2021, online transaction karena pandemi akhirnya naik karena pembeli membeli kebutuhannya secara online atau digital sehingga pendapatannya 26% kenaikannya. Bisnis yang tidak adopsi channel dogital penurunan 34% dari penjualan. Digital merupakan salah satu hal paling penting agar bisnis bisa berkembang," kata Jonathan.

Di 2021, UMKM yang masuk online atau hybrid (bisnis online dan offline) meningkat 20%. Jonathan pun mengatakan sebenarnya tidak masalah jika tetap memiliki gerai offline, akan tetapi jika bisa di-hybrid maka bisa jadi akan lebih menjanjikan untuk pendapatan.

Yang menarik, di ranah ekonomi digital, ternyata Indonesia merupakan pangsa pasar yang baik untuk berinvestasi. Investasi dari asing mengalami kenaikan 14%. Sayangnya banyak UMKM yang terhalang kendala dana untuk meningkatkan produktivitas mereka.

"KoinWorks bahkan pinjamannya sampai Rp 1 triliun di Q1," katanya.

"Banyak UMKM yang akses ke bank secara penuh, misalnya untuk credit card atau pinjaman. KoinWorks bisa kasih akses memberikan P2P investment dengan teknologi approval rate. Di umum biasanya hanya 1,7% approval, di kita bisa 17%," sambungnya.

Meski begitu, KoinWorks mengatakan tetap melakukan skrining ketat untuk memberikan pinjaman usaha meskipun terbilang lebih bisa memberikan pinjaman yang lebih banyak ketimbang perusahaan umumnya.

Jadi bagaimana detikers, yang punya usaha sudah pindah ke online belum? Setidaknya punya akun bisnis Instagram deh untuk meraih atensi dari pasar yang lebih luas.



Simak Video "Iran Bikin RUU yang Batasi Penggunaan Instagram-Facebook"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)