Ekonomi Digital Bergairah, Investasi Telkomsel di Gojek Dinilai Tepat

Ekonomi Digital Bergairah, Investasi Telkomsel di Gojek Dinilai Tepat

Yudistira Imandiar - detikInet
Senin, 15 Nov 2021 11:02 WIB
telkomsel x gojek
Foto: telkomsel
Jakarta -

Analis Saham Trimegah Securities Richardson Raymond Equity menilai iklim investasi dan ekonomi digital di Indonesia semakin menjanjikan. Hal itu menurutnya tercermin dari dengan derasnya investasi dari investor asing ke perusahaan digital dalam negeri.

Terbaru, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) berinvestasi ke perusahaan digital GoTo. Menurut Richardson, langkah ADIA berinvestasi di salah satu decacorn Indonesia itu lantaran melihat potensi ekonomi digital Indonesia yang masih sangat menjanjikan.

Richardson menguraikan dengan penduduk yang sangat besar, ditambah infrastruktur telekomunikasi yang sudah terbangun sangat luas serta banyaknya perusahaan rintisan yang tumbuh berkembang, membuat Indonesia asing menjadi sangat menarik bagi investor asing.

"ADIA masuk ke GoTo sebesar US$ 400 juta dikarenakan selama ini Gojek dan Tokopedia memiliki track record yang sangat bagus. Selain itu lini usaha GoTo selalu tumbuh dan berkembang. Investasi ke decacorn Indonesia ini memberikan sentimen positif bagi perusahaan digital lain untuk dilirik investor asing. Saya yakin ekonomi digital Indonesia masih dapat terus tumbuh," kata Richardson dalam keterangan tertulis, Senin (15/11/2021).

Ia menambahkan salah satu bukti kesuksesan dan tumbuhnya ekonomi digital Indonesia adalah banyaknya investor multinasional yang sudah masuk ke perusahaan digital. Sebut saja Google, Facebook, Temasek, Allianz, maupun SoftBank yang sudah terlebih dahulu menjadi investor di perusahaan digital nasional.

Selain berinvestasi di sektor konsumer, menurut Richardson, investor asing juga sudah melirik potensi di perusahaan digital kesehatan, logistik, dan pendidikan sebagai target penempatan dana investasinya. Kepercayaan investor asing yang tinggi tersebut dikarenakan perusahaan digital kesehatan, logistik, dan pendidikan sudah terbukti bermanfaat serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia ketika pandemi COVID-19 melanda.

"Contohnya HaloDoc menjadi perusahaan digital kesehatan yang membantu pemerintah dalam menyalurkan vaksin dan obat, sehingga perusahaan digital kesehatan, logistik, dan pendidikan akan menjadi primadona selanjutnya bagi investor asing yang akan menginvestasikan uangnya di perusahaan digital," tutur Richardson.

Sebelum investor asing masuk dan berinvestasi di perusahaan digital, tutur Richardson, sebenarnya sudah banyak perusahaan nasional yang menempatkan dananya di perusahaan digital, antara lain BCA, Telkomsel, maupun Bank Mandiri yang sudah menjadi investor dan menanamkan dana cukup besar di perusahaan digital.

Ia menyebut perusahaan seperti Telkomsel yang berinvestasi di perusahaan digital memiliki perhitungan yang sangat matang. Sebab, mereka sudah melihat potensi tumbuhnya ekonomi digital nasional dan rencana bisnis masing-masing perusahaan yang menjadi target investasi.

"Mereka yang berinvestasi di perusahaan digital pasti memiliki perhitungan mengenai potensi dari ekonomi digital nasional dan potensi perusahaan yang menjadi target investasinya. Misalnya Telkomsel investasi di perusahaan digital seperti GoTo, HaloDoc, dan TaniHub. Pasti mereka melihat potensi sinergi dengan core bisnis utama mereka selama ini yaitu konektivitas. Jadi diharapkan investasi mereka di perusahaan digital akan menciptakan sinergi positif ke bisnis utama mereka dan menciptakan nilai tambah," papar Richardson.

Investasi yang dilakukan Telkomsel untuk berinvestasi serta mengembangkan ekonomi digital menurut Richardson juga sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin mendukung program pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk menjadikan ekonomi digital sebagai new ekonomi dan new oils. Sebab, lanjut Richardson, di masa mendatang antara ekonomi digital dan ekonomi konvensional tak akan mungkin dipisahkan.

"Sehingga langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang meminta agar Telkomsel menjadi perusahaan telekomunikasi yang berinvestasi di perusahaan digital sudah tepat. Perusahaan konvensional seperti Telkomsel atau Astra mutlak berinvestasi di perusahaan digital untuk meningkatkan value," urai Richardson.



Simak Video "Gojek Dapat Suntikan Rp 4,3 T dari Telkomsel, Bakal Dipakai Buat Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)