3 Ancaman di Balik Shiba Inu Coin, Waspadalah!

3 Ancaman di Balik Shiba Inu Coin, Waspadalah!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 25 Okt 2021 19:46 WIB
Ilustrasi Kripto
Ilustrasi investasi di cryptocurrency. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Koin Shiba Inu melonjak menjadi uang kripto terlaris yang berada di peringkat ke-12. Kesuksesannya naik berkat miliarder 'Meme Lord' Elon Musk yang mendukung koin berlogo anjing yang berawal dari meme ini.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan investasi atau trading Shiba Inu. Bisa jadi, koin ini kehilangan nilainya dalam waktu mendatang. Berikut dirangkum detikINET dari The Motley Fool, Senin (25/10/2021).

1. Transaksi di dunia nyata masih kurang

Sebagian koin di pasar crypto masih meragukan kurangnya utilitas dunia nyata. Sebelum menyanggah 'tapi Dogecoin berhasil naik tuh!', mari kita bahas lebih lanjut.

Dogecoin diterima oleh lebih dari 1.700 bisnis di seluruh dunia, termasuk jaringan bioskop AMC Entertainment. Tapi butuh delapan tahun bagi Dogecoin untuk mencapai tingkat penerimaan ini. Dibandingkan dengan Shiba Inu, Dogecoin terlihat seperti token digital yang diterima secara luas.

Setelah lebih dari setahun sejak debutnya, direktori bisnis online Cryptwerk mencatat bahwa hanya 88 perusahaan yang sebagian besar tidak dikenal yang menerima SHIB sebagai bentuk pembayaran.

2. Rata-rata hanya ditahan kurang dari seminggu

Berdasarkan data dari Coinbase, rata-rata pemilik koin Shiba Inu hanya memegang koin mereka sekitar 6 hari saja. Persentase kenaikan nilai Shiba Inu melonjak hingga 5.100.000% sejak 1 Agustus 2020 tapi rata-rata hanya menyimpan koin ini selama kurang dari seminggu adalah salah satu peringatan untuk berhati-hati dan bijak berinvestasi.

3. Secara historis, keuntungan jangka pendek tidak bertahan

Misalnya, perusahaan penambangan cryptocurrency Bit Digital (NASDAQ:BTBT) adalah saham dengan kinerja terbaik tahun 2020, mencatatkan keuntungan hampir 3.700%. Bit Digital secara khusus berfokus pada penambangan Bitcoin (BTC), mata uang digital terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Tetapi pada tahun 2021, saham Bit Digital turun 51%, yang sebenarnya turun dari hampir 81% pada pertengahan Juli.

Sebenarnya, tidak ada yang salah untuk menaruh investasi pada cryptocurrency. Namun mengingat volatilitas yang sangat keras, bisa naik dan turun sekian jam atau bahkan menit, harus ada perhitungan dan riset lebih jauh soal momentum yang tepat berinvestasi. Intinya, jangan sampai hanya ikut-ikutan.



Simak Video "Mantap Jiwa! Harga Kripto Shiba Inu Meroket Nih"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)