Aksi Gokil Startup RI, Ada Unicorn Baru dan Dimodali Jeff Bezos

ADVERTISEMENT

Round Up

Aksi Gokil Startup RI, Ada Unicorn Baru dan Dimodali Jeff Bezos

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 05 Okt 2021 09:36 WIB
Startup fintech Ajaib jadi startup ke-7 yang bergelar unicorn di Indonesia.
Aksi Gokil Startup RI, Ada Unicorn Baru dan Dimodali Jeff Bezos (Foto: Dok. Ajaib)
Jakarta -

Startup Indonesia makin menunjukkan taringnya. Unicorn bertambah lagi, dan ada yang disuntik dana oleh founder Amazon, Jeff Bezos.

Dihimpun detikINET, Selasa (5/10/2021) dua startup yang jadi buah bibir itu adalah Ajaib dan Ula. Ayo kita bahas satu persatu:

1. Ajaib jadi unicorn baru di Indonesia

Indonesia kini punya 7 unicorn. Unicorn yang paling baru adalah startup fintech Ajaib yang mengantongi pendanaan Seri B senilai USD 153 juta atau setara Rp 2,18 triliun.

Pendanaan Seri B tersebut dipimpin oleh DST Global, bersama dengan investor Ajaib terdahulu, yakni Alpha JWC, Ribbit Capital, Horizons Ventures, Insignia Ventures, dan Softbank Ventures Asia. Ajaib menjadi startup fintech unicorn pertama di kawasan Asia Tenggara.

Ajaib menyusul Xendit -- startup infrastruktur pembayaran -- yang juga menjadi unicorn bulan September lalu. Ajaib diklaim sebagai startup tercepat yang mencapai status unicorn di ASEAN.

Dengan Ajaib disuntik dana segar sebesar Rp 2,1 triliun, maka total pendanaan yang telah dikantongi fintech investasi saham dan reksadana ini menjadi USD 234 juta pada tahun 2021 ini.

Co-Founder dan CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli mengatakan, Ajaib akan menggunakan pendanaan untuk merekrut secara besar-besaran talenta terbaik dan melakukan kampanye edukasi untuk menciptakan lebih banyak investor pemula.

"Misi kami adalah untuk menyambut investor baru ke layanan keuangan modern. Indonesia masih memiliki penetrasi investor saham sebesar 1%. Dan perjalanan kami masih panjang untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia," ujar Anderson dalam siaran persnya, Senin (4/10).

Dengan demikian 7 startup unicorn Indonesia adalah sebagai berikut:

  • GoTo
  • Bukalapak
  • Traveloka
  • Ovo
  • J&T Express
  • Xendit
  • Ajaib

Belum lama ini, Ajaib mengumumkan satu juta investor ritel saham. Langkah ini untuk membangun kekuatan investor generasi muda RI di masa mendatang.

Ajaib juga memberikan edukasi keuangan lewat Program Generasi Saham yang telah dilakukan bersama BEI di berbagai daerah dengan literasi keuangan rendah. Ajaib pun mengangkat Komisaris Utama yaitu Andi Gani Nena Wea, Komut BUMN dan sosok yang dekat dengan Presiden Joko Widodo.

Halaman selanjutnya: Startup Ula dimodali Jeff Bezos...

2. Startup Ula disuntik modal oleh Jeff Bezos

Startup Ula Disuntik Investasi oleh Jeff Bezos. Kiri ke kanan: Derry Sakti, Nipun Mehra (layar), Riky Tenggara, Ganesh Rengaswamy (layar), Alan Wong dan Dan Bertoli.Kiri ke kanan: Derry Sakti, Nipun Mehra (layar), Riky Tenggara, Ganesh Rengaswamy (layar), Alan Wong dan Dan Bertoli. (Foto: Ula)

Kabar baik selanjutnya adalah pemberitaan dari Tech Crunch, bahwa startup e-commerce Ula mendapatkan pendanaan Seri B sebesar USD 87 juta (Rp 1,2 triliun). Pendanaan ini dari Prosus Ventures, Tencent dan B Capital dan Jeff Bezos ikutan menyuntik dana dalam putaran kali ini.

Tech Crunch memberitakan Jeff Bezos setuju untuk ikut mengucurkan duit lewat Bezos Expeditions. B Capital, Tencent dan Prosus Ventures diposisikan sebagai co-lead.

Jeff Bezos dilaporkan kepincut Ula yang merupakan platform e-commerce B to B, karena memang Amazon belum masuk ke Asia Tenggara dan hanya hadir secara terbatas di kawasan ini.

"Investor terbaru Ula datang dengan keahlian global dan berbagi pemikiran jangka panjang perusahaan. Kami senang mereka percaya dengan misi Ula dan harapannya bisa belajar dari pengalaman mereka membayangkan ulang ritel di pasar tumbuh yang lainnya," kata Co-founder dan CEO Ula, Nipun Mehra.

Startup Ula didirikan oleh Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India dan mantan mitra di Sequoia Capital India), Alan Wong (sebelumnya bekerja di Amazon), Derry Sakti (yang mengawasi operasi raksasa barang konsumen P&G di Indonesia), dan Riky Tenggara (sebelumnya di Lazada dan aCommerce).

Ula menyediakan ruang untuk UMKM yang beroperasi dari toko kecil sekaligus rumah mereka. Ada modal kerja jadi tidak menunggu uang konsumen untuk produksi baru. Di Asia, banyak UKM dibayar belakangan oleh konsumen, namun menagih uang ini menjadi tantangan juga.

Ula mengatakan ingin fokus dulu di Indonesia, kesempatan masih terbuka besar. Belanja ritel diharapkan tembus USD 500 miliar dalam 4 tahun, kata Kabir Narang selaku Founding General Partner di B Capital Group. Selain fast-moving consumer goods (FMCG) Ula juga akan merambah sektor sandang dan elektronik.

Selamat untuk pencapaian Ajaib dan semoga Ula juga menyusul jadi unicorn selanjutnya.

(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT