Profil Startup Ula yang Disuntik Modal oleh Jeff Bezos

Profil Startup Ula yang Disuntik Modal oleh Jeff Bezos

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 04 Okt 2021 15:19 WIB
Startup Ula Disuntik Investasi oleh Jeff Bezos. Kiri ke kanan: Derry Sakti, Nipun Mehra (layar), Riky Tenggara, Ganesh Rengaswamy (layar), Alan Wong dan Dan Bertoli.
Kiri ke kanan: Derry Sakti, Nipun Mehra (layar), Riky Tenggara, Ganesh Rengaswamy (layar), Alan Wong dan Dan Bertoli (Foto: dok Ula)
Jakarta -

Founder Amazon Jeff Bezos diberitakan menyuntik investasi ke startup Indonesia, Ula. Yuk berkenalan dengannya.

Sebelumnya diberitakan Tech Crunch bahwa startup e-commerce Ula mendapatkan pendanaan Seri B sebesar USD 87 juta (Rp 1,2 triliun). Pendanaan ini dari Prosus Ventures, Tencent dan B Capital dan Jeff Bezos ikutan menyuntik dana dalam putaran kali ini.

Tech Crunch memberitakan Jeff Bezos setuju untuk ikut mengucurkan duit lewat Bezos Expeditions. B Capital, Tencent dan Prosus Ventures diposisikan sebagai co-lead.

Apa dan siapakah Ula? Seperti dilihat dari Tech Crunch, Senin (4/10/2021) startup Ula lahir pada Januari 2020. Ula membantu ritel kecil dengan solusi rantai suplai, inventory dan modal kerja.

Startup Ula didirikan oleh Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India dan mantan mitra di Sequoia Capital India), Alan Wong (sebelumnya bekerja di Amazon), Derry Sakti (yang mengawasi operasi raksasa barang konsumen P&G di Indonesia), dan Riky Tenggara (sebelumnya di Lazada dan aCommerce).

Pandemi COVID-19 tampaknya mendorong Ula lebih maju karena ekonomi didorong jadi digital. Ula membuat kemajuan dari dalam setahun sudah memiliki 20.000 toko. Investor pun mulai melirik.

"Banyak pasar ritel Indonesia tidak diatur. Contohnya sektor makanan dan sayuran, banyak petani jual ke agen, lalu dia jual ke pasar. Dari pasar ini, barang masuk ke grosir kecil dan seterusnya. Banyak pemain di rantai suplai," kata Mehra kepada Tech Crunch.

Pada Juni 2020, Ula dapat suntikan USD 10,5 juta dari Sequoia Capital India and Lightspeed. Pada Januari 2021, Ula mengumumkan suntikan investasi USD 20 juta dalam putaran investasi Seri A. Investor baru yang masuk adalah Quona Capital and B Capital Group.

"Ula mencoba merombak ekosistem distribusi ritel dengan teknologi yang signifikan. Ia menghubungkan beberapa pemain besar di sisi suplai dengan peritel dan konsumen terkecil," kata Ganesh Rengaswamy, Managing Partner at Quona Capital.

Ula juga menyediakan ruang untuk UMKM yang beroperasi dari toko kecil sekaligus rumah mereka. Ada modal kerja jadi tidak menunggu uang konsumen untuk produksi baru. Di Asia, banyak UKM dibayar belakangan oleh konsumen, namun menagih uang ini menjadi tantangan juga.

"Pembayaran tanpa gangguan dan penawaran kredit untuk peritel, jadi mereka bisa lebih efektif mengatur keuangan, itu adalah bagian penting dari perdagangan digital modern," kata Rengaswamy.

Ula mengatakan ingin fokus dulu di Indonesia, kesempatan masih terbuka besar. Belanja ritel diharapkan tembus USD 500 miliar dalam 4 tahun, kata Kabir Narang selaku Founding General Partner di B Capital Group. Selain fast-moving consumer goods (FMCG) Ula juga akan merambah sektor sandang dan elektronik.

Kabar terbaru, tentunya adalah pendanaan Seri B sebesar USD 87 juta ini. Ketika orang terkaya kedua sedunia Jeff Bezos meliriknya, artinya startup Indonesia ini punya potensi besar di masa depan.



Simak Video "Hitung-hitungan Harta Jeff Bezos oleh Seorang Fisikawan"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)