Pasang Surut Bisnis Xiaomi di Indonesia

Pasang Surut Bisnis Xiaomi di Indonesia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 16 Agu 2021 18:31 WIB
Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia, saat peluncuran Xiaomi Redmi Note 10 dan Redmi Note 10 Pro.
Alvin Tse, Country Manager Xiaomi Indonesia. Foto: Dok. Xiaomi
Jakarta -

Pada Q2 2021 lalu Xiaomi mencatatkan pangsa pasar ponsel 28% di Indonesia, alias jadi yang paling tinggi. Namun, bisnis Xiaomi di Indonesia tak melulu manis.

Berdasar data Canalys, dengan market share 28% tersebut, Xiaomi tumbuh 112% secara year on year, alias yang paling cepat. Di bawahnya ada Oppo (20%), Samsung (18%), Realme (12%), dan Vivo (12%).

Country Manager Xiaomi Indonesia Alvin Tse pun mengungkapkan kebahagiaannya soal pencapaian Xiaomi ini. Yaitu lewat suratnya pada Mi Fans dan mitranya di Indonesia.

"Terima kasih telah percaya dan berdiri bersama kami untuk mewujudkan mimpi yang ambisius yakni menghadirkan inovasi kepada setiap warga Indonesia," tulis Alvin dalam suratnya.

Dalam sebuah acara virtual yang digelar Senin (16/8/2021), Alvin pun menceritakan pasang surut bisnis Xiaomi di Indonesia. Pasalnya, Xiaomi pun sempat terpuruk, yaitu saat market share mereka turun menjadi 15% pada Q4 2019.

Padahal, menurut Alvin, membalikkan tren negatif pada market share sebuah perusahaan consumer, termasuk ponsel, adalah hal yang sulit dilakukan.

"Sangat sulit mengubah grafik (market share) yang sedang menurun agar kembali naik," ujar Alvin.

Alvin pun mengungkap kunci kesuksesan Xiaomi sampai kini bisa mempunyai market share tertinggi di Indonesia. Ia membanggakan strateginya yang sangat 'user oriented', yaitu dengan mendengarkan masukan dari para fansnya.

"Dulu Xiaomi terkenal karena dua hal, yaitu gaib (produknya sulit ditemukan) dan tak punya produk high end. Selama dua tahun terakhir masalah itu sudah bisa diatasi," pungkasnya.

Namun menurut Alvin, kedua masalah itu tergolong masalah internal sehingga masih bisa ditangani. Sementara itu masalah eksternal yang terjadi seperti kelangkaan chip global seperti saat ini tentu tak bisa diselesaikan oleh Xiaomi.

Kelangkaan chip ini menurut Alvin sudah terasa dampaknya untuk Xiaomi Indonesia. Yaitu stok Redmi Note 10 yang sudah mulai terbatas.

"Stok Redmi Note 10 sudah mulai terbatas, karena itu kami mendorong seri Redmi Note yang lain, seperti Redmi Note 10S," jelas Alvin.



Simak Video "THR Turun, Yuk Cek Smartphone 3 Jutaan dari Xiaomi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)