Pasca Penundaan Vista
Microsoft Me-reshuffle Manajemen Windows
- detikInet
San Francisco -
Menyusul penundaan peluncuran Windows Vista, Microsoft mendapat 'serangan' dari pasar saham dan para pengamat industri. Kini raksasa software itu tampak sedang berbenah diri. Salah satunya, Microsoft akan melakukan reshuffle di sisi manajemen Windows.Pengumuman reshuffle ini dikeluarkan dua hari sesudah Microsoft secara resmi mengumumkan penundaan peluncuran Vista. Semula peluncuran Vista dijadwalkan akhir tahun 2006, namun dengan alasan demi meningkatkan keamanan dan kemudahan penggunaan, sistem operasi anyar itu baru akan meluncur di awal 2007.Restrukturisasi manajemen itu ditujukan agar Microsoft bisa mendongkrak kegesitannya dalam menghadapi persaingan dari rivalnya Yahoo dan Google, yang diduga bisa meraup banyak untung karena tertundanya peluncuran Vista dua bulan."Sambil kami merampungkan Windows Vista dan meluncurkan layanan Windows Live terbaru, kami harus mempertimbangkan banyak hal terkait bagaimana kami bisa memuaskan pelanggan, baik untuk saat ini dan untuk ke depannya," kata Kevin Johnson, Co-president Platforms and Services Division (PSD) Microsoft, salah satu eksekutif yang akan di-reshuffle.Johnson menambahkan, saat ini pihaknya sedang berusaha memperbaiki tim manajemen dan struktur divisi PSD untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki struktur organisasi yang tepat guna mendukung visi teknologi Microsoft.Selain itu, restrukturisasi PSD itu ditujukan untuk meningkatkan layanan plus software Microsoft dan strategi Windows Live. Semua dilakukan agar perusahaan bisa menghadirkan inovasi baru ke pelanggannya.Terkait reshuffle tersebut, Microsoft memberikan sedikit bocoran. Salah satu diantara eksekutif utamanya, Steven Sinofsky, akan diberi wewenang baru untuk merencanakan masa depan software Microsoft.Sinofsky saat ini masih bertanggung jawab di divisi aplikasi Microsoft Office. Untuk selanjutnya, Sinofsky akan bertanggung jawab di divisi Windows dan MSN Internet, menuangkan ide-ide dan strateginya untuk bersaing dengan Yahoo dan Google. Demikian dilansir detikINET dari AFP Jumat (24/3/2006). (dwn)
(ien/)