Akuisisi Playdemic Rp 20,2 Triliun, EA Fokus di Game Mobile

Akuisisi Playdemic Rp 20,2 Triliun, EA Fokus di Game Mobile

Panji Saputro - detikInet
Senin, 05 Jul 2021 10:20 WIB
EA Fokus Game Mobile dengan Mengakuisi Playdemic Senilai Rp 20,2 Triliun
EA Fokus Game Mobile dengan Mengakuisi Playdemic Senilai Rp 20,2 Triliun (Foto: Twiiter)
Jakarta -

Electronic Arts (EA) dikabarkan baru saja mengakuisisi developer game mobile, yakni Playdemic. Nilai yang ditawarkan tidak main-main, mencapai USD 1,4 miliar (sekitar Rp 20,2 triliun).

Sepertinya keseriusan EA untuk fokus pada ekosistem game mobile mulai tampak ke permukaan. Sebelumnya, bahkan publisher game terkenal ini, sudah memboyong Glu Mobile ke dalam keluarga besar mereka seharga USD 2,4 miliar (sekitar Rp 34,7 triliun).

Bila dilihat dari sepak terjang Playdemic dalam pembuatan game mobile, memang hanya satu yang mereka kembangkan yakni Golf Clash. Akan tetapi, game tersebut sudah diunduh lebih dari 10 juta pemain dan mendapatkan rating cukup bagus, yaitu 4,3/5 dari 1 juta ulasan, dikutip detikINET dari The Verge, Senin (5/7/2021).

EA memang berencana untuk menggunakan Playdemic membantu dalam membuat game seluler di masa mendatang. Lalu menggunakan mekanik permainan dari Golf Clash kepada waralaba lainnya.

Karena adanya peluang bagi EA untuk menggabungkan beberapa seri lainnya, ini menjadi perpaduan baik dengan game mobile golf lainnya. Berbeda bila berbicara mengenai developer game, Glu Mobile.

Mereka memiliki lebih banyak aset permainan untuk perangkat seluler. Sebut saja mulai dari Disney Sorcerer's Arena, Dinner Dash Adventures, Cooking Dash, MLB Tap Sports Baseball 2021, Restaurant Dash, Contract Killer: Sniper, Blood & Glory, Eternity Warriors 4 dan masih banyak lagi lainnya.

Gameplay yang disuguhkan pun tidak main-main. Menyajikan permainan yang ceria namun tetap seru, seperti Dinner Dash dan menegangkan layaknya Eternity warriors 4.

Nampaknya keseriusan EA pada game mobile, didorong oleh pesaing mereka, Activision, yang terlebih dulu mengakuisisi King pada tahun 2015. Nilai yang ditawarkan sungguh besar, mencapai USD 5,9 miliar (Rp 85,3 triliun). Pendapatan yang dihasilkan dari divisi tersebut pun digadang-gadang lebih banyak dibandingkan Blizzard.



Simak Video "Top 5 Best Moment Finals FFRC Season 7"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/agt)