Kejatuhan Spektakuler Nokia dan Siapa Tersangkanya

Kejatuhan Spektakuler Nokia dan Siapa Tersangkanya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 07 Apr 2021 05:45 WIB
Nokia 7650
Salah satu ponsel paling inovatif Nokia 7650. Foto: istimewa
Jakarta -

Bertepatan dengan tumbangnya bisnis ponsel LG, menarik untuk mengingat lagi peristiwa serupa di masa lalu. Ambil contoh Nokia yang saat ini tetap eksis sebagai produsen ponsel yang dikendalikan HMD Global dan lumayan baik performanya. Namun periode amat kelam pernah dialami Nokia hingga akhirnya dijual ke Microsoft dan sempat tutup. Berikut sejarahnya yang masih menarik perhatian hingga kini, dihimpun detikINET dari berbagai sumber.

Masa Kejayaan

Akhir tahun 1990-an menjadi awal kejayaan Nokia di jagat ponsel. Banyak terobosan mereka rilis yang menarik hati publik, misalnya Nokia 9000 Communicator pada tahun 1996. Kemudian ada ponsel 'pisang' Nokia 8110 yang menuai popularitas besar.

Tahun 1998, seri Nokia 6100 terjual hampir 41 juta unit, membuat Nokia meroket menjadi pemimpin pasar ponsel menyalip Motorola. Tahun itu pula, Nokia memperkenalkan Nokia 8810,ponsel pertama tanpa antena eksternal. Tahun berikutnya, ada Nokia 3210 yang populer dan terjual 160 juta unit, kemudian ponsel legendaris Nokia 3310.

Tahun 2000 awal, Nokia tetap tak tergoyahkan. Salah satu inovasi mereka adalah Nokia 7650, ponsel canggih di masa itu dengan kamera built in. Masuk tahun 2003, meluncurlah Nokia 1100 yang kemudian jadi handset terlaris sepanjang masa, terjual 250 juta unit.

Nokia 1100Nokia 1100. Foto: YouTube

Pada puncak kejayaannya, Nokia menyumbang 40% dari seluruh ponsel yang beredar di seluruh dunia. Di Indonesia, merek ini dulu sangat dominan. Nokia menjadi merek asal Finlandia paling masyhur dan membuat ekonomi negara itu makmur.

Menurut riset Research Institute of the Finnish Economy, Nokia antara tahun 1998 sampai 2007 menyumbang seperempat pertumbuhan ekonomi Finlandia. Sebuah periode yang disebut Menteri Keuangan Finlandia Alexander Stubb sebagai keajaiban ekonomi.

Mulai Goyah

Sampai tahun 2006, kekuasaan Nokia bisa dibilang tak ada gangguan. Tantangan besar pertama muncul di tahun 2007 dengan kedatangan generasi pertama Apple iPhone. Kemudian pada tahun 2008, sistem operasi Android mulai menyapa dunia.

Nokia pun mulai intensif membuat ponsel layar sentuh untuk mengantisipasi mereka. Salah satu yang paling berhasil adalah Nokia 5800 Xpress Music. Namun walau laku 8 juta unit, pengalaman layar sentuhnya tidak memuaskan.

Tahun 2008, tanda-tanda kurang baik mulai tampak. Profit Nokia turun sampai 30%, sedangkan di sisi lain penjualan iPhone naik 330%. Tahun 2009, Nokia bahkan PHK 1.700 karyawan di seluruh dunia.

Android kemudian makin diperhitungkan. Apalagi barisan pendukungnya adalah para produsen besar, termasuk Samsung, HTC sampai LG.

Pada saat itu, BlackBerry juga mendadak naik ke puncak kejayaan. Maka tantangan pada Nokia datang dari segala penjuru.

September 2010, mantan eksekutif Microsoft Stephen Elop direkrut menjadi CEO Nokia dengan tugas berat, membangkitkan Nokia yang saat itu mulai kepayahan di tengah panasnya kompetisi industri mobile.

Halaman selanjutnya: Masa Stephen Elop...