'Penghancur' Nokia Jadi Bos Telstra Panen Kritikan

'Penghancur' Nokia Jadi Bos Telstra Panen Kritikan

ADVERTISEMENT

'Penghancur' Nokia Jadi Bos Telstra Panen Kritikan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 17 Mar 2016 15:38 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Telstra, operator telekomunikasi terbesar di Australia, baru saja mengangkat Stephen Elop sebagai salah satu pejabat tingginya. Pengangkatan Elop yang sering dituding sebagai penghancur divisi ponsel Nokia ini menimbulkan keheranan.

Posisi Elop memang bukan main-main. Ia adalah sosok yang ditunjuk memimpin dan menyusun strategi di divisi Group Executive Technology, Innovation and Strategy agar Telstra menjadi perusahaan teknologi kelas dunia. Tapi mengingat sepak terjangnya di Nokia, Elop sudah diragukan.

'Microsoft to buy Telstra? Stephen Elop flies in to prepare the ground', itu judul menggelitik media TelecomTV. Elop memang mantan eksekutif Microsoft sebelum jadi CEO Nokia. Nokia yang anjlok di bawah komandonya membuat Microsoft akhirnya melakukan akuisisi. Kemudian Elop gabung lagi ke Microsoft.

'He was once described as the "worst CEO in the world" tulis media besar Australia, Sydney Morning Herald. Apalagi kalau bukan terkait perannya yang dianggap menenggelamkan nama besar Nokia di jagat ponsel.

"Pengangkatannya membuat komunitas teknologi global membelalakkan mata. Elop pernah dijuluki jurnalis Finlandia sebagai salah satu CEO terburuk sepanjang sejarah," tulis John McDuling dari Sydney Morning Herald.

"Dia memimpin Nokia antara tahun 2010 sampai 2014, periode di mana Nokia benar benar menyerah dari posisinya yang sangat kuat di pasar ponsel global pada Apple dan Samsung. Di masanya, saham Nokia anjlok. Keputusannya pindah dari Symbian ke Windows Phone membuat Nokia akhirnya dijual USD 7 miliar ke Microsoft. Karena Elop sebelumnya bekerja di Microsoft, ia dituduh sebagai kuda troya," jelasnya.

Elop sendiri sudah pernah membantah bahwa ia adalah kuda troya yang dikirim Microsoft dan bahwa keputusannya pindah ke Windows Phone disetujui para pemegang saham Nokia. Namun tetap saja reputasinya buruk, terutama di kalangan fans ponsel Nokia.

(fyk/ash)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT