Suami Istri Punya Harta Rp 36 Triliun Berkat Aplikasi Canva

Suami Istri Punya Harta Rp 36 Triliun Berkat Aplikasi Canva

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 01 Apr 2021 06:15 WIB
Melanie Perkins
Melanie Perkins dan suaminya, pendiri Canva. Foto: istimewa
Sydney -

Aplikasi Canva kian populer karena mudah digunakan orang awam untuk mengerjakan beragam desain. Suami istri yang menciptakannya pun menjadi semakin kaya raya.

Adalah Melanie Perkins, usia 33 tahun, dan suaminya, Cliff Obrecht, yang mendirikan Canva di tahun 2013. Perkins-lah yang punya gagasan pertama dan saat ini, dia termasuk orang terkaya di Australia dan dunia, dengan harta di kisaran USD 2,5 miliar atau kisaran Rp 36 triliun.

Namun jasa suaminya membesarkan Canva juga tak bisa diabaikan dan tentunya, harta itu jadi milik bersama. Perkins menjadi salah satu sosok orang kaya paling muda di Negeri Kanguru dan sudah dua tahun berturut-turut masuk daftar Rich List yang memuat orang-orang terkaya di sana.

Perkins bahkan berambisi menjadikan Canva salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Seperti sudah pernah ia sebutkan, dalam wawancara terbaru Perkins menceritakan asal mula Canva adalah untuk memudahkan orang dalam mendesain.

"Software seperti itu dulu kompleks dan sulit, dibutuhkan seluruh semester hanya untuk mempelajari di mana tombol-tombolnya. Di saat yang sama, Facebook melesat dan mudah digunakan, setiap orang memakainya. Aku pun yakin di asa depan, tidak akan susah lagi mengerjakan desain," kata Perkins.

Dikutip detikINET dari Daily Mail, Kamis (1/4/2021) wanita kelahiran Perth ini mengaku tidak punya pengalaman bisnis ataupun marketing ketika mendirikan Canva. Namun justru karena kurang pengalaman itulah memberinya kenekatan dan rasa percaya diri untuk memulai dari nol.

"Kenaifan kami dalam beberapa cara justru membantu. Seandainya aku tahu semua hal, maka jadinya malah akan lebih mengintimidasi," papar dia.

Pasangan muda itu berhasil memukau investor dengan ide Canva, sehingga pendanaan jutaan dolar mengalir. Tahun 2012, jajaran pimpinan ditambah oleh satu co founder lain, Cameron Adams.

Pada pendanaan tahap perdana, perusahaan menerima USD 1,5 juta. Pada tahun 2013, meluncurlah Canva untuk publik. Seiring berjalannya waktu, Canva berhasil menarik minat banyak pengguna karena mudah dipakai dan berkualitas.



Simak Video "Pentingnya 'Tiga Detik Pertama' Bagi Branding Produk"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)