Ikut Kampanye Tokopedia Nyam, Omzet 2 Usaha Ini Naik 2-4 Kali Lipat

Ikut Kampanye Tokopedia Nyam, Omzet 2 Usaha Ini Naik 2-4 Kali Lipat

Angga Laraspati - detikInet
Jumat, 29 Jan 2021 14:18 WIB
Tokopedia Nyam
Foto: Tokopedia
Jakarta -

Adaptasi dan inovasi lewat teknologi menjadi cara dunia usaha agar tetap dapat berusaha di tengah pandemi. Contoh nyatanya dapat dilihat dari 2 pengusaha yang mengikuti Tokopedia Nyam yang omzetnya naik 2-4 kali lipat.

Seperti Prima Hayuningputri (Putri) dan Anika Miranti (Nike) pemilik usaha Mad Bagel. Sebagai ibu bekerja, Putri dan Nike mencari cara untuk bisa tetap bekerja sambil mengasuh anak.

Akhirnya, mereka membangun Mad Bagel yang sesuai dengan kegemaran dan bakat masing-masing, yaitu baking dan mulai berjualan di tahun 2014. Inovasi pun dilakukan oleh mereka, salah satunya dengan cara mengikuti Tokopedia Nyam.

Tokopedia NyamTokopedia Nyam Foto: Tokopedia

"Setelah mengikuti Tokopedia Nyam sejak Juli 2020, kini penjualan Mad Bagel meningkat sangat signifikan bahkan mencapai 270% atau sebesar hampir 4x lipat," ungkap Putri dalam keterangan tertulis, Jumat (29/1/2021).

Putri menambahkan Tokopedia Nyam juga membantu memberikan publikasi sehingga masyarakat jadi tertarik untuk mencoba produk mereka.

"Saat ini, Mad Bagel telah berhasil menjual hingga 2.000 produk melalui Tokopedia Nyam," tuturnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Muhammad Kautsar yang mulai berbisnis sejak 2015. Saat itu, ia berjualan siomay untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarganya.

Ia kemudian mengembangkan usahanya dengan mendirikan Dimsum 49 di 2017. Peningkatan transaksi signifikan juga dialami Dimsum 49 sejak mengikuti Tokopedia Nyam.

"Penjualan kami meningkat hingga 90% atau sebesar hampir 2x lipat. Produk kami juga semakin dikenal masyarakat dengan adanya badge Terbukti Nyam!, hasil review oleh William Gozali, salah satu chef ternama Indonesia," ungkap Kautsar.

Tokopedia NyamTokopedia Nyam Foto: Tokopedia

Lewat bisnisnya, Kautsar kini bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi 200 karyawan dan menambah penghasilan bagi sekitar 3.000 reseller yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan karyawan yang terdampak pandemi.

Sejak awal pandemi, Tokopedia memang menggencarkan kolaborasi dengan pegiat usaha lokal makanan dan minuman, salah satunya lewat kampanye Tokopedia Nyam.

"Kopi literan lokal, madu, makanan khas Korea seperti tteokbokki, camilan seperti pisang goreng madu hingga buah mangga menjadi produk paling diburu masyarakat selama kampanye ini berlangsung," jelas AVP of Category Development for FMCG & Long Tail Categories Tokopedia, Jessica Stephanie Jap.

"Kehadiran Tokopedia Nyam dan sederet inisiatif lainnya telah mendorong kenaikan transaksi pada kategori F&B jelang akhir 2020 mencapai lebih dari 3x lipat," tambahnya.

Jumlah penjual makanan siap masak juga bertambah menjadi hampir 3x lipat selama Desember 2020, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi. Penjualan makanan siap masak pun meningkat lebih dari 3,5x lipat.

Jessica menuturkan, selain untuk membantu pegiat usaha F&B mempertahankan bisnis di tengah pandemi lewat pemanfaatan teknologi, kampanye Tokopedia Nyam juga ditujukan mempermudah masyarakat mendapatkan produk makanan dan minuman dengan lebih mudah dan efisien, tanpa harus keluar rumah atau berkerumun.

"Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Tokopedia untuk #SelaluAdaSelaluBisa berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis - tidak terkecuali pegiat UMKM di bidang F&B dan seluruh masyarakat Indonesia - agar dapat bersama mendorong pemulihan ekonomi nasional," kata Jessica.

Jessica bersama timnya juga konsisten menghadirkan berbagai inovasi demi terus mendukung pegiat usaha lokal di industri makanan dan minuman. Misalnya melalui inisiatif seperti #SatuDalamKopi dan Tokopedia Nyam yang berhasil mendorong pelaku usaha di Indonesia terus beroperasi secara online terutama di tengah pandemi.

Selain memberikan panggung kepadapegiat usaha lokal, inisiatif-inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat bangga akan produk buatan Indonesia.

Jessica dan timnya juga melakukan pendampingan penggunaan platform Tokopedia bagi para pegiat bisnis, khususnya UMKM. Misalnya untuk mengupload foto produk, menerima pesanan hingga melakukan pengiriman secara mandiri, kelas online atau webinar edukasi pun kerap diadakan untuk pebisnis baru maupun yang sudah menjadi penjual di Tokopedia.

"Saya bahkan sempat turun langsung mengajarkan penjual daging di pasar tradisional untuk memakai platform Tokopedia agar bisa tetap berjualan di tengah situasi pandemi seperti ini," pungkas Jessica.

Kehadiran Tokopedia Nyam dan sederet inisiatif lainnya telah mendorong kenaikan transaksi pada kategori F&B jelang akhir 2020 mencapai lebih dari 3x lipat.

Menurut Jessica berkarya di dunia teknologi yang sangat dinamis, manajemen waktu dan support system yang baik adalah kunci memaksimalkan produktivitas.



Simak Video "Dikabarkan Mau Merger, Ini Respons Gojek-Tokopedia"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)