Tren dan Proyeksi Data Center di Indonesia Tahun 2021 - Halaman 2

Tren dan Proyeksi Data Center di Indonesia Tahun 2021

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 23 Jan 2021 21:30 WIB
Data Center Lulea
Ilustrasi data center. Foto: Facebook

Pertumbuhan cloud computing di tahun 2021

Pada 2021, cloud akan mendukung cara perusahaan beradaptasi dengan new normal. Forrester memprediksi bahwa pasar global infrastruktur public cloud akan tumbuh 35% menjadi USD 120 miliar pada tahun 2021.

"Terungkap bahwa raksasa teknologi tertarik memperluas layanan cloud mereka di Indonesia. Riset tersebut menyebutkan penyedia cloud hyperscale seperti Alibaba, Microsoft, Google, dan AWS telah jadi pendorong kuat bagi pasar Indonesia dengan mengumumkan mereka akan membuka data center sendiri dikarenakan penerapan cloud computing yang cepat," sebut Elisabeth.

Menurutnya, institusi pendidikan, rumah sakit, asuransi, sektor perbankan mungkin akan beralih ke cloud computing. Pada dasarnya menurut dia, sektor apapun dengan sistem lama yang perlu ditingkatkan akan mendapat manfaat paling banyak dari migrasi ke cloud.

Mengenai teknologi ramah lingkungan, Elisabeth mengklaim pihaknya telah menerapkannya. Hal ini seiring going green jadi tren, misalnya Google berkomitmen agar semua data center dan bangunannya di seluruh dunia didukung secara eksklusif oleh energi terbarukan pada tahun 2030.

"Sebagian energi kami berasal dari sumber daya ramah lingkungan yang memungkinkan fasilitas kami menghasilkan listriknya sendiri tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN. Ini membantu kami menghasilkan pendinginan tanpa listrik, yang meningkatkan efisiensi dan mengurangi Power Usage Effectiveness (PUE) kami," klaim Elisabeth.

Di sisi lain, mengenai masa depan data center di era IoT, riset Cisco menyebut akan ada lebih dari 50 miliar perangkat yang terhubung di seluruh dunia pada tahun 2021.

"Yang pasti, semua perangkat yang terhubung ini akan menghasilkan data dalam jumlah yang tidak masuk akal, dan semua data ini akan melewati atau bahkan berakhir di data center. Data center harus mampu menangani fungsi baru dari perubahan penerapan IoT," kata Elisabeth.

(fyk/jsn)