UMKM di Indonesia Baru 13% Go Digital, Padahal Potensinya Besar

UMKM di Indonesia Baru 13% Go Digital, Padahal Potensinya Besar

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 19 Des 2020 10:50 WIB
Ilustrasi online shop
Ilustrasi UMKM. Foto: shutterstock
Jakarta -

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto mengungkap bahwa UMKM di Indonesia memiliki potensi berkembang yang besar.

Hal ini diungkapkan di sela acara 'Obsesi Ninja Xpress: Dengar Suara UKM Negeri', Jumat (18/12/2020). Menurut data yang ada dari pemerintah, ada sebanyak 62% dari total UMKM yang berhenti sementara karena COVID-19.

"Sebagian terhambat, karena apa? Transportasi yang terimbas. Makanya kami mengupayakan agar UMKM survive karena UMKM kita sangat besar kontribusinya dalam perekonomian di Indonesia," ujarnya.

Dalam ekspor, UMKM di Indonesia memiliki nilai sharing sebesar 14% dan diharapkan akan naik pada tahun depan bisa naik. Padahal baru sebanyak 13% UMKM yang masuk ke ranah digital.

Menurut Luhur, UMKM harus bertransformasi ke era digital, dari informal menjadi formal. Para pegiat UMKM juga harus bergabung supaya mencapai skala ekonomi yang bagus dengan kekuatan ekonomi yang baik untuk bersaing.

"Mereka harus belajar memasarkan secara online dan berbasis teknologi. Tanpa teknologi akan sulit menunjang produktivitas. Lalu jangan sampai UMKM terbilas terus, jadi bagaimana caranya membangun kemitraan antara besar, kecil dan menengah," tegasnya.

Diketahui lebih dari 20 juta UMKM dominan di mikro. Usaha mikro juga memiliki keunggulan sangat lincah dan mempelajari pasar dengan cepat.

"Ini saatnya mengupayakan UMKM naik kelas," tandasnya.



Simak Video "Bella Shofie dan Suami Bantu UMKM di Ambon"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)