Big Data Sering Sering Dibicarakan, Tapi Bagaimana Implementasinya?

Big Data Sering Sering Dibicarakan, Tapi Bagaimana Implementasinya?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 27 Nov 2020 14:39 WIB
analisis big data
Foto: internet
Jakarta -

Big data dan artificial intelligence, dua topik ini belakangan sering dibicarakan dan juga sudah mulai diadopsi oleh beberapa perusahaan belakangan ini.

Namun, menurut Rosebay Group, sebuah perusahaan asal Nepal, belum banyak perusahaan yang bisa mengimplementasikan dua teknologi tersebut dengan baik. Hal ini mereka utarakan dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (26/11/2020).

Founder dan Executive Chairman Rosebay Group Rohit Kumar mengatakan, data yang dipadukan dengan kecerdasan buatan akan menjadi data pintar (smart data). Smart data itu lah yang akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Mulai dari mengurangi risiko diambilnya keputusan yang salah, efisiensi, rekomendasi, hingga pemasaran.

"Dengan data, kita bisa mengirim iklan SMS atau email ke konsumen. Dibantu kecerdasan buatan, kita bisa menentukan apakah iklan SMS dan email tersebut benar-benar terkirim sesuai ke konsumen yang sesuai," ujar Rohit, dalam diskusi tersebut.

Di Indonesia sendiri big data adalah sebuah hal baru. Begitu juga dengan artificial intelligence. Padahal, kebutuhan akan smart data sangat tinggi.

"Di Indonesia ada banyak peluang untuk mengolah data dengan baik. Karena banyak perusahaan yang masih mengolah datanya secara manual," ujar Rohit.

CEO Rosebay Group Rohit KumarCEO Rosebay Group Rohit Kumar Foto: Dok. Rosebay

Sementara itu, menurutnya teknologi AI saat ini kebanyakan hanya dipakai oleh perusahaan ecommerce atau perbankan besar.

"Rosebay ingin menutup celah itu. Bagaimana agar big data dan AI ini bisa lebih merata. Kami ingin mewujudkan lebih banyak lagi perusahaan yang berorientasi pada data (data driven organization) dalam menjalankan bisnis mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, ia pun menyebut big data dan AI ini bisa dipakai di segala jenis industri. Mulai dari kesehatan, logistik, telekomunikasi, sampai ke sektor publik. Ia mencontohkan bagaimana Rosebay bisa mentransformasi data warehouse milik Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK).

Menurutnya, implementasi big data di LPJK tersebut berdampak pada pengematan besar di perusahaan. Sedangkan institusi finansial seperti bank dan lembaga keuangan akan sangat terbantu dengan adanya digitalisasi.

"Mulai membantu proses audit keuangan, hingga dalam hal strategi marketing dan sales yang mendatangkan revenue," ujar Rohit yang menyebut bahwa teknologi AI bisa memproduksi consumer behaviour.

Halaman selanjutnya: 3 area pengembangan big data di Indonesia...