Foxconn Mulai Produksi Panel Layar di Vietnam

Foxconn Mulai Produksi Panel Layar di Vietnam

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 19 Nov 2020 17:11 WIB
Foxconn
Foto: Internet
Jakarta -

Foxconn bakal memproduksi panel layar di pabrik mereka yang berlokasi di Vietnam dan bernilai USD 26 juta tersebut.

Hal ini dikonfirmasi oleh pernyataan dari pemerintah Vietnam, yang menyebut perusahaan asal Taiwan itu bakal memproduksi sekitar 20 ribu panel layar setiap tahunnya.

Hasil produksi dari pabrik yang berlokasi di provinsi Quang Ninh tersebut kemudian bakal diekspor ke luar Vietnam, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (19/11/2020).

"Foxconn sedang bersiap untuk memperluas proyeknya dan membentuk kompleks produksi," lanjut pemerintah Vietnam.

Nantinya, Foxconn juga disebut bakal menjadi eksportir terbesar di provinsi tersebut. Selain Foxconn, negara dengan jumlah penduduk 96 juta itu juga menjadi basis produksi untuk perusahaan lain. Contohnya dua perusahaan besar asal Korea Selatan, yaitu Samsung Electronics dan LG Electronics.

Foxconn sendiri bakal memperluas pabriknya di Quang Ninh, yang membutuhkan waktu setahun untuk pembangunannya. Nantinya pabrik tersebut bakal memproduksi sejuta panel layar dan televisi, dengan jumlah pemasukan ekspor mencapai USD 250 juta pada 2021 mendatang.

Seperti diketahui, Foxconn adalah perusahaan asal Taiwan yang menjadi rekanan banyak perusahaan besar untuk memproduksi perangkatnya. Contoh yang paling terlihat adalah Apple, di mana Foxconn adalah salah satu perusahaan yang dipercaya Apple untuk merakit iPhone dan sejumlah produk lainnya.

Namun belakangan hubungan antara Apple dan Foxconn disebut merenggang, karena Apple menyadari sejumlah kecurangan yang dilakukan oleh Foxconn. Seperti mengklaim menambah pegawai untuk meningkatkan jumlah produksi, yang sebenarnya tidak mereka lakukan.

Lalu Foxconn pun disebut menggunakan perangkat milik Apple untuk memproduksi barang pesanan perusahaan lain, dan yang paling parah, melanggar aturan Apple untuk perangkat yang tak memenuhi standar. Yaitu tetap merakit ulang ponsel yang tak memenuhi standar yang ditetapkan Apple.



Simak Video "Apple Divonis Bayar Denda Rp 7,3 T Gegara Langgar Hak Paten VPN"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)