Jack Ma Bikin Pusing Pemerintah China

Jack Ma Bikin Pusing Pemerintah China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 15 Nov 2020 09:00 WIB
NEW YORK, NY - SEPTEMBER 29: Jack Ma, Executive Chairman of Alibaba Group smiles on stage at the closing session of the Clinton Global Initiative 2015 on September 29, 2015 in New York City.  (Photo by JP Yim/Getty Images)
Jack Ma. Foto: GettyImages
Beijing -

Perusahaan fintech milik Jack Ma, Ant Financial, diblokir oleh pemerintah China hanya beberapa saat sebelum melantai di bursa saham Hong Kong dan Shanghai. Tindakan menghentikan IPO yang diprediksi memecahkan rekor terbesar, dipandang merupakan upaya pemerintah China mengendalikan kesuksesan perusahaan teknologi agar tidak terlalu berkuasa.

Kabarnya, presiden China Xi Jinping sendiri yang meminta disetopnya rencana initial public offering (IPO) Ant. Keputusan presiden ini diumumkan beberapa hari setelah Ma mengritik terbuka pengawas keuangan dan bank negara sebagai penghambat inovasi.

Presiden Xi memerintahkan regulator China melakukan penyelidikan dan secara efektif menghentikan penawaran saham Ant Group. Kisruh teranyar merupakan akumulasi ketegangan selama bertahun-tahun dengan pemerintah yang mewaspadai penetrasi layanan pembayaran digital Ant.

Alibaba dan Ant milik Jack Ma, Tencent milik Pony Ma dan lainnya memang di satu sisi membanggakan. Namun demikian di sisi lain pemerintah China juga tak ingin mereka terlalu merajalela tanpa aturan.

Seperti di Amerika Serikat, sektor teknologi di China berkembang sebagian besar tanpa regulasi. Kini di beberapa arena, pemerintah mulai mengetatkan aturan.

"Seperti Washington, Beijing punya hubungan antara suka dan benci dengan para juara teknologinya," kata Kendra Schaefer, pengamat di biro konsultasi Trivium China yang dikutip detikINET dari CNBC.

"Di satu sisi, perusahaan-perusahaan itu mewakili modernisasi sukses China dan tumbuhnya daya saing global mereka. Akan tetapi di sisi lain, Beijing sudah lama kesulitan tentang bagaimana membuat perusahaan teknologi besar masuk dalam pasar ekonomi sosialis," tambahnya.

"Sulit bagi regulator di negara Barat, di mana hukum antitrust punya sejarah panjang, untuk membuat aturan hukum yang akan membatasi power monopoli perusahaan seperti itu. Regulator di China memiliki tantangan yang sama," ucap Brian Bandsma dari Vontobel Quality Growth. Jack Ma tampaknya bikin mereka kebingungan.



Simak Video "Dalam Semalam Harta Jack Ma Bertambah Rp 396 Triliun "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)