Penyebab Jack Ma Mendadak Digencet Pemerintah China

Penyebab Jack Ma Mendadak Digencet Pemerintah China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 09 Nov 2020 15:26 WIB
Jack Ma Ma Huateng
Jack Ma. Foto: Reuters
Beijing -

Jack Ma seharusnya sedang gembira. Perusahaan Ant Financial diprediksi memecahkan rekor IPO di bursa saham Shanghai dan Hong Kong, membuat pundi-pundi Jack Ma sebagai pemegang saham besar Ant bakal melonjak. Tapi proses IPO malah ditunda. Apa penyebab di baliknya?

Dengan nilai diperkirakan USD 37 miliar, IPO Ant diprediksi akan memecahkan rekor IPO tertinggi seperti dulu pernah dilakukan oleh Alibaba. Akan tetapi di saat-saat terakhir, pemerintah China meminta Ant menundanya dan juga praktik bisnis Ant diinvestigasi.

Beberapa analis menilai pemerintah China tengah berupaya mencegah perusahaan seperti Ant menjadi terlalu berkuasa di samping bosnya terlalu banyak bicara. Ma membuat regulator keuangan China berang karena disebutnya kurang inovasi, terkhusus perbankan China yang didominasi pemerintah.

"Ini bukan pertama kalinya dia menjadi liar. Dia memang tak suka mengikuti naskah atau narasi khusus. Dia suka menjadi provokatif, seperti halnya para pencerita ulung," kata Duncan Clark, sobat Jack Ma yang menulis buku Alibaba: The House that Jack Ma Built. Tapi bukan hanya pernyataan keras Jack Ma yang membuat IPO Ant dibatalkan.

Ant bertindak sebagai perantara dengan bank. Perusahaan fintech ini memberikan pinjaman pada usaha kecil atau retail, tapi uangnya berasal dari bank dan Ant mendapatkan sedikit fee dari transaksi tersebut. Karenanya, risiko keuangan yang ditanggung Ant cukup kecil.

Nah, regulator keuangan China sepertinya cemas perusahaan pemberi pinjaman uang online seperti Ant menjadi terlalu populer dan berdampak pada sistem finansial yang lebih luas.

Maka dalam aturan baru yang dikeluarkan Bank Rakyat China, pemberi pinjaman online diharuskan untuk menyediakan setidaknya 30% dari jumlah pinjaman dan bank memberikan sisanya.

Alasan pembatalan IPO Ant Financial menurut Hong Kong Stock Exchange adalah karena kemungkinan ada perubahan terkini dalam regulasi fintech. Namun demikian, Ant Financial diprediksi akan tetap melantai di bursa saham suatu saat di masa depan dengan memenuhi segala persyaratan.

Jack Ma mungkin berpotensi kehilangan banyak uang, tapi ia pasti maju terus. "Seorang pria yang mendaftar Harvard 10 kali sepertinya tidak akan gentar dengan sebuah penolakan dari regulator," sebut BBC yang dikutip detikINET, Senin (9/11/2020).



Simak Video "Dalam Semalam Harta Jack Ma Bertambah Rp 396 Triliun "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)